Mengenal Selat Hormuz di Iran, Jalur Perdagangan Minyak Laut Tersibuk di Dunia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 30 Juni 2025 | 22:55 WIB
Posisi strategis Selat Hormuz (global news)
Posisi strategis Selat Hormuz (global news)

KLIK SAJA - Konflik antara Israel dan Iran baru-baru ini memberikan dampak signifikan pada berbagai aspek global, terutama dalam sektor perdagangan minyak dunia.

Hal ini tak lepas dari posisi strategis Iran yang berada di kawasan Teluk—wilayah yang dikenal sebagai salah satu penghasil minyak terbesar di dunia.

Perairan Teluk dikelilingi oleh negara-negara kaya minyak seperti Kuwait, Irak, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, dan Iran sendiri.

Di bagian tersempit wilayah ini terdapat Selat Hormuz, jalur laut sempit yang sangat vital bagi perdagangan energi global.

Sebagian besar wilayah selat ini berada dalam yurisdiksi Iran, menjadikan negara tersebut memiliki nilai tawar strategis tinggi jika terjadi konflik.

Hal ini dikarenakan Iran memiliki hak untuk menutup jalur laut Selat Hormuz.

Pentingnya Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan penghubung antara Teluk Persia dan Teluk Oman, dan dikenal sebagai salah satu titik choke point paling penting secara strategis di dunia.

Selat ini memiliki panjang sekitar 167 km, dengan lebar bervariasi antara 39 hingga 97 km.

Menurut data Badan Informasi Energi AS (U.S. Energy Information Administration), pada tahun 2011 rata-rata 14 kapal tanker melintasi Selat Hormuz setiap harinya, membawa sekitar 17 juta barel minyak mentah.

Sebagian besar ekspor tersebut—lebih dari 85%—ditujukan ke pasar Asia, seperti Jepang, India, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Bahkan hampir 25 % minyak impor Indonesia harus melewati jalur sempit ini.

Pada tahun 2018, volume minyak yang melintasi selat ini meningkat menjadi sekitar 21 juta barel per hari, dengan nilai mencapai USD 1,2 miliar (berdasarkan harga tahun 2019).

Sementara itu, pada tahun 2023, 25% perdagangan minyak laut global dan 20% dari gas alam cair dunia (LNG) dilaporkan melewati selat ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X