Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah D. Lama.
Penjelasan:
Bacaan yang berjudul "Berakit-rakit ke hulu, Berenang-renang ke tepian, Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian" adalah sebuah pepatah atau peribahasa yang berasal dari sastra Indonesia lama. Pepatah ini mengandung makna bahwa untuk mencapai kebahagiaan atau kesuksesan, seseorang harus melalui perjuangan atau kesulitan terlebih dahulu.
Melihat dari gaya bahasa yang digunakan dalam bacaan tersebut, kita dapat mengidentifikasi bahwa ini adalah bentuk sastra lama, yang sering kali ditemukan dalam peribahasa atau ungkapan-ungkapan bijak dalam tradisi lisan masyarakat Indonesia.
Mengapa Pilihan Lain Tidak Tepat:
-
A. Balai Pustaka
Balai Pustaka merupakan lembaga penerbitan yang penting dalam perkembangan sastra Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Sastra yang diterbitkan oleh Balai Pustaka pada awalnya berfokus pada kesusastraan yang berhubungan dengan adat dan kebudayaan masyarakat, serta mengangkat tema-tema nasionalisme. Sastra ini lebih mengarah pada prosa naratif dan novel, dan bukan berupa pepatah atau peribahasa seperti dalam soal ini. -
B. Pujangga Baru
Pujangga Baru adalah angkatan sastra yang berkembang pada tahun 1930-an hingga 1940-an. Sastra angkatan ini terkenal dengan upaya mereka untuk modernisasi bahasa Indonesia serta mengangkat tema-tema sosial dan perjuangan. Sastra Pujangga Baru lebih cenderung pada karya sastra beraliran romantik-idealis, dan bukan pada peribahasa yang bersifat tradisional seperti yang tercermin dalam bacaan ini. -
C. Zaman Jepang
Sastra pada Zaman Jepang (1942-1945) cenderung didominasi oleh tema-tema perjuangan dan nasionalisme yang dipengaruhi oleh situasi politik saat itu. Sastra pada periode ini banyak yang menentang penjajahan Jepang dan mengangkat tema-tema ketahanan dan kebebasan. Bacaan yang dimaksud tidak sesuai dengan tema atau gaya sastra yang berkembang pada masa ini, yang lebih berfokus pada perjuangan melawan penjajah dan bukan pada peribahasa tradisional.
Ciri-ciri Sastra Lama:
Sastra lama atau sastra klasik Indonesia mencakup karya-karya yang menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mengandung makna moral yang dalam. Biasanya, sastra lama terdiri dari syair, pantun, prosa, dan peribahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pepatah yang terdapat dalam bacaan tersebut termasuk dalam kategori sastra lama karena bersifat tradisional, memiliki makna moral, dan mudah diterima oleh masyarakat luas.
Dengan demikian, D. Lama adalah jawaban yang paling tepat karena bacaan tersebut merupakan peribahasa atau pepatah yang biasa ditemukan dalam sastra Indonesia lama.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Melihat Dari Gaya Bahasa Yang Digunakan, Bacaan Tersebut Termasuk Sastra Angkatan. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***