edukasi

Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Ciri Ciri Sastra Angkatan Pujangga Baru Ialah

Rabu, 11 Juni 2025 | 12:10 WIB
Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Ciri Ciri Sastra Angkatan Pujangga Baru Ialah (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

KLIK SAJA – Halo para pembaca Klik Saja, artikel berikut ini akan memberikan informasi mengenai kunci jawaban dari pertanyaan ‎Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Ciri – Ciri Sastra Angkatan Pujangga Baru Ialah.

Artikel ini akan membahas kunci jawaban dari mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK yang tentunya kunci jawaban ini bisa dijadikan referensi dalam pembelajaran.

Maka dari itu, perlu untuk menyimak pembahasan ini hingga akhir agar dapat mengetahui jawaban yang tepat dari pertanyaan Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Ciri – Ciri Sastra Angkatan Pujangga Baru Ialah.

Namun, perlu dicatat bahwa kunci jawaban tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk memperoleh nilai, tetapi juga sebagai bahan pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.

Baca Juga: Belenggu Karya Armin Pane Merupakan Karyasastra Beraliran

Soal Lengkap

Berikut ini yang tidak termasuk ciri – ciri sastra angkatan Pujangga Baru ialah...

A. Mementingkan keindahan bahasa
B. Aliaran yang dianut adalah romantik idealism
C. Temanya hanya tentang adat dan kawin paksa
D. Bahasa yang dipakai bahasa Indonesia modern

Jawaban

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah C. Temanya hanya tentang adat dan kawin paksa.

Penjelasan:

Sastra Angkatan Pujangga Baru adalah kelompok sastrawan yang aktif di Indonesia sekitar tahun 1930-an hingga awal 1940-an. Mereka dikenal karena berfokus pada pembaruan bahasa dan tema-tema sastra yang lebih modern serta refleksi atas keadaan sosial dan budaya pada masa itu. Beberapa ciri-ciri sastra yang berkembang pada angkatan ini adalah:

  1. Mementingkan keindahan bahasa
    Sastra Angkatan Pujangga Baru sangat menekankan keindahan bahasa dalam karya-karyanya. Para sastrawan Pujangga Baru seperti Marah Rusli, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Muhammad Yamin berusaha memperkenalkan bahasa Indonesia yang lebih halus dan sesuai dengan tata bahasa yang lebih baik. Mereka menggunakan bahasa yang indah dan puitis, yang berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan pada masa sebelumnya.

  2. Aliran yang dianut adalah romantik idealisme
    Aliran yang dianut oleh Angkatan Pujangga Baru sebagian besar adalah aliran romantik idealisme, di mana tema-tema yang diangkat dalam karya mereka seringkali berkisar pada perasaan cinta, perjuangan untuk kebebasan, serta gambaran tentang kehidupan yang ideal. Mereka mengidealkan nilai-nilai tertentu seperti cinta, kebahagiaan, dan perasaan yang mendalam.

  3. Temanya hanya tentang adat dan kawin paksa
    Meskipun beberapa karya sastra pada angkatan ini memang mengangkat tema-tema tentang adat dan kawin paksa, ini tidak bisa dianggap sebagai tema yang terbatas atau satu-satunya. Tema yang diangkat oleh sastrawan Pujangga Baru sangat beragam dan mencakup masalah-masalah sosial, kebudayaan, perjuangan, dan juga percintaan. Meskipun beberapa karya mereka, seperti Siti Nurbaya karya Marah Rusli, memang mengangkat tema kawin paksa yang terkait dengan adat, tema tersebut tidaklah menjadi satu-satunya tema yang ada dalam sastra angkatan ini.

Halaman:

Tags

Terkini