Kemudian NICA mengeluarkan mata uang NICA yang diedarkan De Javasche Bank pada tanggal 6 Maret 1946 untuk menguasai moneter di Indonesia.
Maka dari itu pemerintah negara Indonesia mulai terdesak dan ingin membentuk bank sentralnya sendiri karena sudah merdeka sehingga dikeluarkanya undang-undang darurat mengenai pendirian Bank Nasional Indonesia (BNI) yang berdiri pada tanggal 5 juli 1946.
BNI pada masa itu berfungsi sebagai bank sentral yang mengeluarkan uang pertama kali yakni ORI (Oang Republik Indonesia).
Tujuan utama ORI diterbitkan untuk menggantikan mata uang yang sebelumnya diterbitkan oleh Pemerintah Belanda dan Jepang.
Berdirinya BNI didahului dengan pembentukan Yayasan Pusat Bank Indonesia usai Indonesia merdeka, yang nantinya menjadi cikal bakal Bank Indonesia dengan mengakuisisi De Javasche Bank setelah Konferensi Meja Bundar.
Hingga akhirnya Bank Indonesia seterusnya menjadi bank sentral yang mengedarkan uang Rupiah di Indonesia.
Menariknya selain dicetak di Jakarta, ORI juga sempat dicetak di Yogyakarta ketika terjadi perpindahan sementara Ibukota Republik Indonesia.
Yaitu, dari Jakarta ke Yogjakarta pada tahun 1946 -1948, dikarenakan situasi genting saat agresi militer Belnada
Maka dari itu, pada ORI nominal Rp25,- tahun 1947 tertulis kota Djokjakarta, yang mengacu pada kota tempat pencetakan uang dan tanggal penerbitan uang.***