Hooded Pitohui merupakan penghuni asli hutan hujan di wilayah Indonesia, khususnya Papua.
Burung ini tersebar luas di daratan utama Papua, mulai dari Papua Barat hingga Papua Pegunungan, dan umumnya hidup di hutan dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut.
Selain itu, mereka juga ditemukan di beberapa pulau sekitar, termasuk Pulau Yapen di Teluk Cendrawasih. Keberadaannya menjadi bagian penting dari kekayaan fauna endemik Indonesia.
Setelah penemuan Hooded Pitohui, para ilmuwan menemukan bahwa ia bukan satu-satunya burung beracun di dunia.
Baca Juga: Mengenal Burung Madu Sriganti, Sang Penyerbuk Alami dan Miliki Suara Melengking
Di Papua, terdapat Ifrita berpuncak biru (Ifrita kowaldi) yang juga memiliki racun serupa. Di Afrika, angsa bersayap taji diketahui memiliki daging beracun karena makanannya.
Bahkan di Eropa, beberapa spesies puyuh migrasi bisa menjadi beracun setelah mengonsumsi biji hemlock.
Meski bukan satu-satunya, Hooded Pitohui tetap memiliki peran penting dalam sejarah ilmu pengetahuan.
Burung ini menjadi spesies pertama yang membuka mata dunia bahwa burung pun dapat memiliki sistem pertahanan kimiawi yang kompleks.
Dari hutan Papua, Hooded Pitohui membuktikan bahwa alam masih menyimpan banyak misteri—bahkan dari makhluk yang selama ini kita anggap paling familiar.***