Selanjutnya, terdapat perbedaan yang cukup mencolok pada panjang dan kelenturan sirip. Singa laut dan anjing laut berbulu memiliki sirip yang panjang.
Yang terpenting, mereka mampu memutar sirip belakang ke bawah tubuhnya, sehingga dapat menopang tubuh dan berjalan di darat.
Sebaliknya, anjing laut memiliki sirip depan yang pendek, dan sirip belakangnya tidak dapat diputar ke bawah tubuh untuk membantu berjalan.
Akibatnya, saat berada di darat, anjing laut bergerak dengan cara merayap menggunakan perutnya, mirip seperti gerakan ulat.
Perbedaan bentuk sirip ini juga memengaruhi cara mereka berenang: anjing laut menggerakkan sirip belakangnya ke kiri dan ke kanan seperti ekor ikan, sedangkan singa laut dan anjing laut berbulu mendorong tubuhnya dengan sirip depan yang panjang, mengayunkannya seperti dayung.
Terakhir, singa laut dan anjing laut berbulu memang sangat berisik. Hal ini sebagian karena mereka sering berkumpul dalam kelompok di darat, sementara anjing laut sejati lebih banyak menghabiskan waktu di air dan kurang bersifat sosial.
Selain itu, singa laut dan anjing laut berbulu berkomunikasi dengan gonggongan atau auman keras, sedangkan anjing laut biasanya hanya mengeluarkan suara dengusan lembut untuk berkomunikasi.***