Mengenal Roan Akbar, Tradisi Para Santri Jaga Kebersihan Lingkungan Pesantren Jelang Ramadan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 12 Februari 2026 | 06:03 WIB
Tradisi Roan Akbar (Tebu Ireng Online)
Tradisi Roan Akbar (Tebu Ireng Online)

Setelah kegiatan selesai, biasanya dilakukan sesi pemeriksaan atau quality control oleh pengurus maupun senior.

Jika masih ditemukan area yang kurang bersih, santri yang bertanggung jawab akan diminta untuk menyelesaikannya hingga tuntas. Sistem ini melatih rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan bersama.

Warisan Budaya yang Terus Bertahan

Roan bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bagian dari warisan budaya pesantren yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Tradisi ini mencerminkan nilai gotong royong, kepedulian terhadap kebersihan, serta tanggung jawab sosial di lingkungan santri.

Bahkan, banyak pesantren menjadikan roan sebagai identitas khas yang membedakan kehidupan pesantren dari lingkungan lainnya.

Seiring perkembangan zaman, tradisi roan tetap bertahan dan beradaptasi. Beberapa pesantren mulai memanfaatkan peralatan kebersihan modern agar kegiatan lebih efektif dan efisien.

Ada pula yang mengemasnya dalam bentuk kegiatan sosial yang lebih luas, seperti lomba kebersihan antar-asrama atau aksi bersih-bersih di luar lingkungan pesantren sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Menjaga dan mengembangkan tradisi Roan Akbar bukan hanya tentang menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Lebih dari itu, tradisi ini memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan—dua nilai luhur yang telah lama menjadi ciri khas budaya Indonesia dan terus hidup dalam kehidupan para santri.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X