Mengenal Anggrek Hantu dari Papua: Spesies Bunga Mungil nan Tangguh

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 9 Februari 2026 | 15:25 WIB
Anggrek Hantu (Gardening Know How)
Anggrek Hantu (Gardening Know How)

KLIK SAJA - Di antara sekian ribu spesies anggrek yang tersebar di berbagai penjuru dunia, sekelompok anggrek dari marga Taeniophyllum menempati ceruk ekologis yang unik.

Karena wujudnya yang nyaris tak kasat mata dan sulit ditemukan, anggrek-anggrek ini kerap dijuluki sebagai “anggrek hantu.”

Salah satu spesies yang paling menarik perhatian adalah Taeniophyllum pusillum yang berasal dari endemik hutan Papua.

Meski berukuran sangat mini, anggrek ini menyimpan daya tarik sekaligus strategi bertahan hidup yang mengagumkan.

Bersama kerabat dekatnya, seperti Taeniophyllum obtusum Blume, spesies ini merepresentasikan bentuk adaptasi evolusioner yang ekstrem dalam dunia tumbuhan.

Ciri paling mencolok dari Taeniophyllum pusillum adalah ketiadaan daun. Berbeda dengan anggrek pada umumnya yang mengandalkan daun sebagai organ utama fotosintesis, anggrek hantu ini telah menghilangkan daun sepenuhnya.

Sebagai gantinya, fungsi fotosintesis diambil alih oleh akar-akar yang pipih, melebar, dan berwarna hijau keabu-abuan hingga kecokelatan.

Akar tersebut melekat sangat erat pada substrat, biasanya batang pohon atau permukaan batu karst.

Sekilas, tampilannya menyerupai lumut kerak atau lapisan licin di permukaan batu. Dari jalinan akar inilah muncul tangkai bunga yang sangat pendek, dengan kuntum bunga kecil berwarna kuning cerah.

Ukuran bunganya hanya beberapa milimeter, sehingga hampir tak terlihat kecuali diamati dengan sangat saksama.

Morfologi yang mungil dan tersamar ini bukan tanpa alasan. Bentuk tersebut merupakan strategi adaptif untuk meminimalkan penguapan, sekaligus memaksimalkan penyerapan cahaya dan kelembapan di lingkungan yang keras dan serba terbatas.

Mampu Bertahan di Kawasan Karst

Taeniophyllum pusillum tergolong sebagai anggrek epifit sejati, yakni hidup menempel pada tumbuhan inang tanpa mengambil nutrisi darinya.

Namun, keunikan lain dari spesies ini adalah kemampuannya tumbuh sebagai litofit, yaitu hidup menempel langsung pada bebatuan. Kemampuan ganda ini menjadikannya penghuni kawasan karst yang tangguh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X