KLIK SAJA – Bentuknya seperti caping besar menyerupai tameng, dan sama sekali tak tampak seperti alat musik, namun mampu hasilkan suara harmoni yang indah, inilah Bundengan asal Wonosobo.
Bundengan adalah alat musik tradisional khas Wonosobo, Jawa Tengah, yang dikenal karena bentuknya yang unik dan tidak lazim.
Sekilas, bundengan tampak menyerupai sebuah tameng besar yang menguncup di bagian atas.
Alat ini dibuat dari kelopak ruas bambu yang dianyam, dipadukan dengan senar sebagai sumber bunyi.
Ketika dimainkan, bundengan mampu menghasilkan suara nyaring yang mengingatkan pada harmoni gamelan Jawa.
Keberadaan bundengan diyakini telah ada sejak lama. Bahkan, dalam kitab Wreta Sancaya, alat ini disebut telah dikenal sejak abad ke-12.
Menariknya, fungsi awal bundengan bukanlah sebagai alat musik, melainkan alat berteduh.
Para penggembala unggas di wilayah pegunungan Wonosobo biasa menggunakannya sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, mirip seperti caping, namun dengan ukuran yang jauh lebih besar.
Secara umum, bundengan memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan lebar kurang lebih 50 sentimeter.
Dengan ukuran tersebut, alat ini mampu melindungi tubuh pemakainya dari kepala hingga sebagian punggung.
Bentuknya yang besar dan melengkung menjadikan bundengan efektif sebagai pelindung saat para penggembala menyusuri ladang dan persawahan.
Bentuk dan Bahan Pembuat
Bentuk bundengan kerap dianggap menyerupai kuwangwung, sebutan dalam bahasa Jawa untuk hama yang menyerang pohon kelapa.
Kerangka bundengan dibuat dari kowangan, yakni bilah bambu yang dianyam membentuk setengah lingkaran.