Mengenal Usmar Ismal, Sang Bapak Perfilman Indonesia: Pejuang Lintas Kamera

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:47 WIB
Usmar Ismail (berbagai sumber)
Usmar Ismail (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Setiap kali kita membuka kalender dan melihat tanggal 30 Maret, kita akan menemukan satu peringatan penting: Hari Film Nasional.

Namun, pernahkah terlintas pertanyaan, mengapa tanggal itu yang dipilih? Mengapa bukan tanggal kelahiran aktor legendaris, atau hari rilis film terlaris sepanjang masa?

Jawabannya membawa kita menelusuri waktu ke tahun 1950, tepat pada hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa (The Long March).

Di balik kamera berdiri seorang sosok visioner yang kelak dikenang sebagai Bapak Perfilman Indonesia: Usmar Ismail.

Kamera sebagai Senjata Perjuangan

Usmar Ismail bukan sekadar sutradara. Ia adalah seorang pejuang yang memilih kamera sebagai senjatanya.

Melalui lensa dan gulungan film, ia merekam denyut nadi bangsa yang baru saja merdeka, mengubah “gambar hidup” dari sekadar hiburan menjadi medium pembentuk identitas nasional yang bermartabat.

Ia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 20 Maret 1921. Ayahnya, Datuk Tumenggung Ismail, adalah seorang pendidik di Sekolah Kedokteran Padang, sementara ibunya bernama Siti Fatimah.

Usmar juga memiliki seorang kakak yang dikenal di dunia sastra, Dr. Abu Hanifah, dengan nama pena El Hakim.

Tak heran, sebelum akrab dengan kamera, Usmar lebih dahulu bersahabat dengan pena dan kertas.

Jejak Pendidikan dan Dunia Sastra

Perjalanan pendidikan Usmar terbilang panjang dan mapan. Ia mengenyam pendidikan di HIS Batusangkar, kemudian MULO Simpang Haru, Padang, dan melanjutkan ke AMS Yogyakarta.

Setelah itu, ia sempat menimba ilmu di University of California, Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat.

Pada masa pendudukan Jepang, Usmar aktif di Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka Shidoso).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X