Mengenal Alat Musik Sukong Asal Betawi: Perpaduan Akulturasi Budaya Tionghoa, Melayu dan Arab

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:59 WIB
Alat Musik Sukong (Ambisius Wiki)
Alat Musik Sukong (Ambisius Wiki)

Lebih dari itu, sukong merupakan produk akulturasi budaya yang lahir dari interaksi panjang masyarakat Betawi dengan berbagai kelompok pendatang, terutama dari Tiongkok, Melayu, dan Arab.

 Pengaruh Tionghoa tampak jelas pada bentuk fisik serta teknik permainan sukong yang menyerupai alat musik gesek Tionghoa seperti erhu.

Sementara itu, nuansa Melayu dan Arab hadir dalam pola nada dan melodi yang dimainkan, menciptakan karakter musik yang khas dan mudah dikenali.

Dalam sejarahnya, masyarakat Betawi hidup di wilayah yang menjadi pusat pertemuan berbagai budaya.

Interaksi yang intens dengan para pendatang membuat kebudayaan Betawi berkembang secara dinamis dan terbuka.

Baca Juga: Mengenal Canang Kayu, Alat Musik Sederhana Dari Tanah Rencong

Sukong menjadi salah satu bukti nyata bagaimana unsur-unsur budaya asing tidak hanya diterima, tetapi juga diolah dan diintegrasikan hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Betawi.

Selain dalam lenong, sukong juga kerap dimainkan dalam berbagai kesenian Betawi lainnya, seperti gambang kromong dan tanjidor.

Fleksibilitas ini menunjukkan bahwa sukong memiliki peran yang luas dalam tradisi musik Betawi.

Meski demikian, dalam pertunjukan lenong, peran sukong sering dianggap tak tergantikan karena kemampuannya menghadirkan nuansa dramatik yang kuat dan mendalam.

Pada akhirnya, sukong bukan sekadar alat musik tradisional. Ia adalah simbol kekayaan budaya Betawi yang lahir dari proses akulturasi panjang dan berkelanjutan.

Perpaduan unsur Tionghoa, Melayu, dan Arab yang melebur dalam sukong mencerminkan identitas Betawi yang inklusif, dinamis, dan kaya akan nilai sejarah.

Dengan mengenal dan memahami sukong lebih dalam, kita tidak hanya mempelajari sebuah alat musik, tetapi juga ikut menghargai dan merayakan keberagaman budaya Indonesia yang menjadi kekuatan bangsa.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X