Alasan Mengapa Anjing Suka Mengibas Ekornya: Antara Komunikasi dan Suasana Hati

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 24 November 2025 | 20:47 WIB
ilustrasi Anjing Mengibaskan Ekornya (linkedin)
ilustrasi Anjing Mengibaskan Ekornya (linkedin)

KLIK SAJA - Pernah bertanya-tanya mengapa anjing begitu sering mengibaskan ekornya? Atau mengapa ekornya tiba-tiba menurun ketika seseorang lewat?

Mengibaskan ekor memang salah satu perilaku anjing yang paling mudah dikenali manusia, tetapi sebenarnya perilaku ini jauh lebih kompleks daripada sekadar tanda kebahagiaan.

Anjing menggunakan ekor sebagai cara berkomunikasi—baik untuk menyampaikan emosi maupun menunjukkan niat mereka, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada hewan lain.

Memahami cara membaca ekor anjing dapat membantu kita menangkap perasaannya dan memprediksi tindakan yang mungkin ia lakukan selanjutnya.

Sejarah dan ilmu di balik perilaku ini menunjukkan betapa pentingnya memahami bahasa tubuh anjing, bukan hanya pada hewan peliharaan kita sendiri, tetapi juga anjing yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Posisi ekor, baik saat bergerak maupun diam, dapat memberi banyak informasi tentang suasana hati dan kondisi emosional anjing.

Misalnya, ketika anjing tahu ia berbuat salah—seperti mengunyah sepatu kesayangan Anda—ekornya biasanya terkulai rendah bahkan terselip di antara kakinya.

Sebaliknya, ekor yang terangkat tinggi menunjukkan rasa percaya diri dan bisa menjadi tanda bahwa anjing sedang bahagia atau waspada.

Posisi ekor yang netral atau di tengah biasanya menandakan rasa ingin tahu atau kondisi yang lebih tenang.

Jenis-jenis kibasan ekor anjing yang memiliki banyak arti
Jenis-jenis kibasan ekor anjing yang memiliki banyak arti (square space)

Para ahli bahkan membandingkan posisi dan gerakan ekor anjing dengan gestur tangan manusia atau ekspresi wajah kita saat berbicara.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa anjing mulai didomestikasi sekitar 35.000 tahun lalu.

Cara manusia merespons bahasa tubuh—terutama ekor yang bergoyang—mungkin mengajarkan anjing bahwa itu adalah cara mudah untuk mendapatkan perhatian atau hadiah, terutama pada masa-masa awal domestikasi.

Ekor yang bergoyang juga menjadi sinyal bahwa anjing bersikap ramah dan tidak berbahaya bagi manusia, mirip dengan perilaku berguling sambil menunjukkan perutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X