KLIK SAJA – The Big Apple atau New York sering kita salah persepsikan sebagai ibukota Amerika Serikat, padahal yang benar adalah kota Washington DC.
Hal ini cukup beralasan karena Kawasan Metropolitan New York adalah yang terbesar di negeri Paman Sam.
Kawasan Metropolitan New York, yang juga dikenal sebagai Tri-State Area serta kerap disebut Greater New York atau Metro New York, merupakan pusat ekonomi metropolitan terbesar di dunia dengan produk domestik bruto (Gross Metropolitan Product) lebih dari US$2,6 triliun.
Kawasan ini juga menjadi wilayah metropolitan terbesar di dunia berdasarkan luas lahan perkotaan, yakni mencakup 12.093 km².
Dari sisi jumlah penduduk, New York menempati posisi sebagai kawasan metropolitan terpadat di Amerika Serikat, sekaligus satu-satunya yang memiliki lebih dari 20 juta jiwa menurut sensus AS tahun 2020.
Inti dari wilayah metropolitan ini, yaitu New York Metropolitan Statistical Area, mencakup Kota New York, sebagian besar wilayah Downstate New York (Long Island serta lembah Hudson bagian tengah dan selatan), serta daerah pinggiran di utara dan tengah New Jersey (termasuk 11 kota terbesar di negara bagian tersebut), hingga barat daya Connecticut.
Istilah Tri-State Area biasanya merujuk pada wilayah urbanisasi yang lebih luas, yakni Downstate New York, New Jersey bagian utara, dan Connecticut bagian barat.
Seiring perkembangan, semakin banyak orang yang bekerja di New York City tetapi tinggal di Pennsylvania, khususnya dari Lehigh Valley, Bucks County, dan kawasan Poconos di timur negara bagian tersebut.
Hal ini menciptakan sebuah kawasan urban yang lebih luas, melintasi empat negara bagian: New York, New Jersey, Connecticut, dan Pennsylvania, yang dikenal sebagai New York–Newark, NY–NJ–CT–PA Combined Statistical Area.
Pada tahun 2020, kawasan metropolitan New York tercatat sebagai yang paling padat di Amerika Serikat, dengan jumlah penduduk mencapai 20,1 juta jiwa, atau lebih dari 6% dari total populasi nasional.
Bila digabungkan, wilayah statistik gabungannya memiliki populasi hingga 23,6 juta jiwa, menjadikannya salah satu aglomerasi perkotaan terbesar di dunia.
New York Metropolitan Area juga merupakan gerbang utama imigrasi legal ke Amerika Serikat, dengan populasi kelahiran luar negeri terbesar dibanding kawasan metropolitan mana pun di dunia—sekitar 5,9 juta jiwa pada 2023.
Dari sisi cakupan wilayah, metropolitan ini membentang seluas 15.903 km², sementara wilayah statistik gabungannya mencapai 34.493 km², membentuk kawasan yang sangat beragam baik secara etnis maupun geografis.