Mengenal Balogo, Permainan Tradisional yang Unik Suku Banjar

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 19 September 2025 | 20:31 WIB
Seorang anak memukul Balogo dalam suatu turnamen (kemdikbud)
Seorang anak memukul Balogo dalam suatu turnamen (kemdikbud)

Biasanya, balogo dimainkan secara musiman, terutama setelah panen padi atau dalam rangkaian upacara adat Tiwah.

Pada masa itu, permainan ini dianggap sebagai simbol untuk mengukur rezeki, sekaligus sarana ritual kebersamaan.

Nilai-Nilai Luhur

Selain unsur hiburan dan mitos, balogo juga menanamkan berbagai nilai positif.

Permainan ini mengajarkan kejujuran, kerjasama, sportivitas, tidak egois, hingga musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.

Lebih dari itu, balogo menjadi wadah silaturahmi yang mempererat hubungan sosial antarwarga.

Dalam momen tertentu, Balogo ternyata sudah sering dipertandingkan dalam acara pemerintah daerah setempat, bahkan sudah mempunyai aturan baku permainan.

Sehingga bisa dipastikan permainan tradisional ini bisa langgeng dimainkan selalu oleh anak-anak asli Kutai.

Jika ditelusuri dari sisi kebudayaan, balogo memiliki akar sejarah dari Suku Banjar.

Kini, permainan ini terus diwariskan sebagai bagian penting dari identitas budaya masyarakat Kutai dan Kalimantan pada umumnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X