Mengenal Santet Segoro Pitu, Ilmu Hitam Paling Menakutkan dari Jawa

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 2 September 2025 | 05:06 WIB
ilustrasi dukun santet (tumblr)
ilustrasi dukun santet (tumblr)

KLIK SAJA - Masyarakat Nusantara cukup dikenal sebagai pribadi yang sangat mempercayai mitos seperti ilmu hitam.

Pada masyarakat Jawa, salah satu mitos yang cukup terkenal adalah ilmu hitam Santet.

Santet sering digambarkan sebagai bentuk ilmu hitam yang digunakan untuk mencelakai orang lain.

Di Jawa, kepercayaan terhadap santet begitu kuat, bahkan dianggap mampu menimbulkan penyakit misterius hingga kematian.

Dari sekian banyak jenis santet yang dikenal, Santet Segoro Pitu menjadi salah satu yang paling menakutkan.

Apa Itu Santet Segoro Pitu?

Dalam bahasa Jawa, Segoro Pitu berarti Laut Tujuh. Masyarakat Jawa percaya bahwa di balik dunia nyata terdapat lautan gaib dengan tujuh dimensi, masing-masing dipimpin oleh penguasa berbeda.

Laut ini dipercaya menyimpan kekuatan besar yang bisa dipanggil melalui ilmu hitam untuk mencelakai orang lain.

Bagi sebagian orang, Segoro Pitu bukan hanya sekadar lautan misterius, melainkan simbol dari kekuatan gelap yang mampu menyerang tanpa terlihat.

Santet Segoro Pitu pun dianggap sebagai jenis santet paling berbahaya, karena dampaknya bisa berupa musibah, penyakit berat, hingga kematian.

Cerita tentang Santet Segoro Pitu bahkan diangkat ke layar lebar melalui film “Santet Segoro Pitu” yang dibintangi Ari Irham.

Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam lingkaran kekuatan gaib, merasakan ancaman yang datang tanpa wujud, dan betapa sulitnya melepaskan diri dari cengkeraman ilmu hitam.

Lewat sinema ini, penonton diajak melihat sisi gelap dari mitos santet, sekaligus merenungkan bagaimana kepercayaan terhadap kekuatan mistis masih hidup di tengah masyarakat.

Cara Menghindari Santet Segoro Pitu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X