Ngeri dan Mengharukan! Ada Tradisi Potong Jari dari Suku Dani di Pegunungan Papua, Simbol Kesetiaan Keluarga

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 21:31 WIB
seorang wanita Suku Dani tunjukkan jemarinya yang terpotong (perpustakaan digital indonesia)
seorang wanita Suku Dani tunjukkan jemarinya yang terpotong (perpustakaan digital indonesia)

Perempuan biasanya memotong jarinya dengan cara menggigit hingga putus, atau menggunakan kapak maupun pisau.

Untuk menghentikan pendarahan, jari diikat dengan benang hingga mati rasa sebelum dipotong, lalu luka dibalut dengan daun hingga sembuh dalam waktu sekitar sebulan.

Jumlah ruas jari yang dipotong menunjukkan kedekatan dengan orang yang meninggal. Jika orang tua yang wafat, biasanya dua ruas jari yang dipotong.

Sedangkan untuk saudara, cukup satu ruas saja. Sebelum pemotongan, biasanya diiringi dengan pembacaan mantra.

Sementara itu, kaum pria memiliki cara berbeda untuk mengekspresikan duka, yaitu dengan memotong daun telinga menggunakan bilah bambu tajam.

Tradisi ini dikenal dengan nama Nasu Palek.

Selain itu, ada pula ritual mandi lumpur yang melambangkan filosofi bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali ke tanah.

Kini, tradisi Iki Palek sudah sangat jarang dilakukan, meski masih dapat ditemui jejaknya.

Sementara itu Pemerintah Daerah Papua sudah melarang tradisi ini, walau demikian masih ada beberapa kelompok Suku Dani yang masih melakukannya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X