Agar Menjadi Paragraf yang Baik, Urutan Kalimat-Kalimat di Atas yang Benar Adalah

photo author
- Kamis, 12 Juni 2025 | 18:13 WIB
Agar Menjadi Paragraf yang Baik, Urutan Kalimat-Kalimat di Atas yang Benar Adalah (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Agar Menjadi Paragraf yang Baik, Urutan Kalimat-Kalimat di Atas yang Benar Adalah (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

c) (3), (1), (4), (2), (5)

d) (4), (2), (5), (3), (1)

e) (5), (3), (1), (4), (2)

Jawaban

Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah dengan kebenaran 100% untuk pertanyaan mengenai urutan kalimat yang membentuk paragraf yang padu dan runtut secara logis adalah:

c) (3), (1), (4), (2), (5)

Berikut penjelasan yang lengkap, sistematis, dan sahih:

Paragraf yang baik harus memenuhi prinsip koherensi (kesinambungan makna) dan kohesi (kesatuan bentuk), serta menunjukkan alur pemikiran yang logis dari ide umum ke ide khusus atau sebaliknya. Sekarang mari kita uraikan masing-masing kalimat berdasarkan struktur dan isi:

(3) Hingga hari ini pun masih banyak orang tua yang mengharapkan anak-anaknya pintar, terlahir dengan IQ (Intelligence Quotient) di atas level normal (lebih dari 100).

Kalimat ini adalah pembuka yang ideal, karena menyampaikan ide umum tentang fenomena sosial: harapan orang tua terhadap kecerdasan anak. Ini menjadi gagasan utama paragraf.

(1) Syukur-syukur jadi anak superior dengan IQ di atas 130.

Kalimat ini merupakan kelanjutan logis dari harapan orang tua, yakni bentuk lebih tinggi dari harapan: menjadi anak superior. Kalimat ini menjabarkan kalimat (3).

(4) Harapan itu tentu sah saja.

Kalimat ini menyatakan penilaian atau sikap terhadap harapan yang dijelaskan dalam kalimat (3) dan (1). Ini berfungsi sebagai transisi atau penghubung antar bagian gagasan dalam paragraf.

(2) Dalam paradigma IQ dikenal dengan kategori hamper atau genius kalau seorang punya IQ di atas 140.

Kalimat ini memperluas pembahasan ke ranah ilmiah, yakni menjelaskan definisi “genius” dalam paradigma IQ. Ini mendukung pernyataan sebelumnya dan memperkuat pengetahuan pembaca tentang IQ tinggi.

(5) Albert Einstein adalah ilmuwan yang IQ-nya disebut-sebut lebih dari 160.

Kalimat ini menjadi penutup yang kuat, berupa contoh konkret dari seseorang yang memiliki IQ luar biasa tinggi. Dengan menyebut Einstein, penulis mempertegas pentingnya dan keberadaan orang-orang dengan IQ superior.

Rangkuman urutan:

  1. (3) – Gagasan umum: harapan orang tua terhadap IQ anak.

  2. (1) – Elaborasi: keinginan lebih tinggi (IQ 130).

    Suka artikelnya? Yuk traktir kopi
    Halaman:
    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

    Editor: Vicky Hayden Alzaini

    Sumber: Buku Kemdikbud

    Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lihat Semua

Terpopuler

X