b) marah
c) sedih
d) kecewa
e) frustasi
Jawaban
Dalam percakapan tersebut, Basir dengan tegas menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari Diana tentang ibunya. Diana bertanya apakah Basir tidak percaya jika perempuan tersebut adalah ibunya, dan menyinggung Malin Kundang, sebuah kisah yang menggambarkan anak durhaka. Namun, Basir menjawab dengan keras bahwa ibunya telah meninggal dan menyalahkan perempuan yang ada di depannya karena menabraknya, bukan dirinya yang durhaka.
Pernyataan Basir menunjukkan adanya perasaan yang kuat, dan cara dia menyampaikan kata-kata tersebut memberikan gambaran tentang perasaan emosional yang sedang dirasakannya. Dalam hal ini, ekspresi yang digunakan oleh Basir cenderung mengarah pada perasaan marah. Ini bisa terlihat dari nada bicaranya yang tegas, keras, dan penuh penolakan terhadap tuduhan yang dilontarkan oleh Diana. Basir tidak hanya menyangkal bahwa perempuan tersebut adalah ibunya, tetapi juga memberikan penjelasan yang penuh kemarahan tentang peristiwa yang terjadi, yang ia anggap sebagai kesalahan perempuan itu.
Kalimat seperti "Aku tidak punya ibu seperti itu!" dan "Bukan aku yang durhaka, tapi perempuan tua itu" menunjukkan rasa marah yang mendalam. Basir merasa tertekan atau bahkan disalahpahami oleh pertanyaan-pertanyaan Diana, yang membuatnya meluapkan emosinya dengan cara yang tegas dan keras. Ia bahkan menyalahkan perempuan itu atas kematian ibunya, yang menambah intensitas kemarahannya.
Mari kita bahas opsi jawaban lainnya untuk memastikan bahwa b) marah adalah pilihan yang paling tepat:
-
a) sombong: Sifat sombong biasanya dihubungkan dengan sikap merendahkan orang lain, merasa lebih superior, atau tidak menghargai orang lain. Dalam dialog ini, Basir tidak menunjukkan sikap merendahkan atau merasa lebih tinggi daripada Diana atau orang lain. Sebaliknya, ia lebih mengungkapkan kemarahannya atas situasi yang tidak adil menurutnya. Jadi, ini bukan ekspresi sombong.
-
c) sedih: Walaupun Basir mungkin merasa kehilangan karena kematian ibunya, ekspresi yang ditunjukkan lebih berupa kemarahan daripada kesedihan. Kesedihan cenderung lebih lembut dan melankolis, sementara nada Basir dalam dialog ini lebih tajam dan penuh emosi. Jadi, ini bukan ekspresi sedih.
-
d) kecewa: Rasa kecewa sering kali diungkapkan dengan cara yang lebih pasrah atau penuh penyesalan. Meskipun Basir merasa disalahpahami, ia tidak menunjukkan rasa kecewa yang biasa muncul dalam situasi yang penuh penyesalan. Sebaliknya, ia lebih menunjukkan kemarahan terhadap perempuan tersebut. Maka, ini bukan ekspresi kecewa.
-
e) frustasi: Meskipun Basir mungkin merasa tertekan atau tersudutkan, frustrasi biasanya mengarah pada kebingungan atau rasa tidak berdaya. Dalam hal ini, Basir lebih memilih untuk mengungkapkan kemarahan secara langsung. Ia tidak menunjukkan perasaan putus asa atau kebingungan, melainkan ketegasan dan kemarahan yang jelas.
Dari analisis ini, dapat disimpulkan bahwa jawaban yang paling tepat adalah b) marah. Ekspresi yang ditunjukkan oleh Basir dalam dialog ini sangat kuat dan penuh emosi, mencerminkan kemarahan yang mendalam atas tuduhan yang dirasa tidak adil dan atas kejadian yang menimpa ibunya.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Perkataan Tokoh Basir Diekspresikan dengan Nada. Semoga bermanfaat.
Artikel Terkait
Pernyataan yang Merupakan Penggalan Resensi Buku Nonfiksi Terdapat pada Kalimat
Setting yang Melatarbelakangi Adegan Drama di Atas Adalah
Konflik yang Tergambar dalam Penggalan Drama di Atas Adalah
Konflik yang Terjadi antara Tokoh Tina dan Ibu Didasari oleh
Kesimpulan dari Penggalan Dialog di Atas yang Paling Tepat Adalah
Bagian Dialog yang Mendukung Watak Tokoh Yanti yang Tertekan karena Banyak Masalah Adalah
Berdasarkan Dialog-Dialognya, Tampak bahwa Ketiga Tokoh Itu Mengungkapkan
Kalimat yang Tepat untuk Melengkapi Dialog Tersebut Adalah
Dalam Penggalan Drama di Atas, Tokoh Sayem Mempunyai Watak
Apabila Arifin Punya Sikap Optimis, Maka Karina Berwatak