Dalam Penggalan Drama di Atas, Tokoh Sayem Mempunyai Watak

photo author
- Kamis, 12 Juni 2025 | 17:14 WIB
Dalam Penggalan Drama di Atas, Tokoh Sayem Mempunyai Watak (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Dalam Penggalan Drama di Atas, Tokoh Sayem Mempunyai Watak (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

e) berpikir modern

Jawaban

Dalam penggalan drama tersebut, tokoh Sayem mengungkapkan prinsip hidupnya yang sederhana dan berfokus pada kedamaian serta kelestarian alam desa. Ia menegaskan bahwa mereka tidak mengejar kekayaan atau kemewahan, tetapi mengutamakan keharmonisan hidup dengan alam dan sesama. Hal ini tercermin dalam pernyataan Sayem yang menekankan pentingnya menjaga kegotong-royongan dan kehidupan berdampingan yang harmonis dalam komunitas desa mereka.

Ketika Sayem mengatakan, "Kami tidak gila dengan kekayaan. Kami inginkan hidup damai penuh kesejahteraan," ia menunjukkan sikap yang sangat teguh pada pendirian. Meskipun ada perbedaan pandangan dengan pihak lain (seperti Hadi), Sayem tetap mempertahankan prinsip dan keyakinannya. Ia tidak tergoda oleh janji kekayaan atau perubahan yang mungkin ditawarkan oleh orang luar yang masuk ke desanya.

Selain itu, dalam dialog terakhirnya, "Atau sebaliknya engkau akan digilas oleh perbuatanmu?", Sayem secara tegas menanggapi tantangan Hadi dengan argumen yang membela pendiriannya. Ini menunjukkan bahwa Sayem tidak mudah goyah dalam mempertahankan prinsip hidup yang telah diyakininya.

Watak Sayem dapat digolongkan sebagai teguh pada pendirian, karena meskipun ada tekanan atau tantangan, ia tetap dengan teguh mempertahankan pandangan hidupnya yang sederhana dan mendalam. Sikap ini mencerminkan kekuatan mental untuk menjaga keyakinan tanpa mudah terpengaruh oleh pihak luar.

Jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan ini adalah a) teguh pada pendirian.

Mari kita analisis alasan kenapa pilihan lain kurang tepat:

  • b) keras kepala: Meskipun Sayem terlihat teguh dalam pendirian, ia tidak bersikap membabi buta atau menutup diri terhadap pandangan orang lain. Ia mempertahankan pendapatnya, tetapi dengan dasar prinsip hidup yang mendalam, bukan hanya sekadar keras kepala.

  • c) kolot dan kuni: Kalimat ini menyiratkan pandangan yang sangat kuno dan tidak berkembang. Namun, tidak ada bukti dalam percakapan tersebut yang menunjukkan bahwa Sayem berpikir seperti orang yang tidak mau berkembang atau tidak terbuka terhadap perubahan. Sayem justru menggambarkan hubungan dengan alam dan kehidupan yang damai, yang lebih berfokus pada kelestarian, bukan ketertinggalan.

  • d) berpikir dinamis: Meskipun Sayem memiliki pandangan hidup yang dalam dan bijaksana, ia tidak tampak mempertimbangkan perubahan besar atau alternatif yang lebih modern dalam hidupnya. Berpikir dinamis lebih cenderung menunjukkan keterbukaan terhadap perubahan dan perkembangan yang lebih fleksibel, sementara Sayem lebih cenderung mempertahankan cara hidup yang sudah ada.

  • e) berpikir modern: Sayem tidak menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai modern, yang lebih berkaitan dengan kemajuan teknologi atau materialisme. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa ia lebih memilih nilai-nilai tradisional desa yang bersifat alami dan damai.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah a) teguh pada pendirian, karena Sayem jelas menunjukkan kesetiaan dan kekuatan dalam mempertahankan prinsip hidupnya meskipun ada perbedaan pandangan dengan orang lain.

Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Dalam Penggalan Drama di Atas, Tokoh Sayem Mempunyai Watak. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Buku Kemdikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X