Puisi yang dikutip pada soal berbunyi sebagai berikut:
"Berdiri beriringan di jalan yang gersang
Deru suara tornton besar kepalang
Membuat salju debu kian berhabur
Pepohonan di sekitar kehilangan wajahnya"
Untuk menganalisis majas pada baris keempat, yakni "Pepohonan di sekitar kehilangan wajahnya", kita harus memahami makna konotatif dari kalimat tersebut dan mengenali jenis majas atau gaya bahasa yang digunakan.
Baris tersebut menyiratkan bahwa pepohonan digambarkan seperti makhluk hidup yang memiliki wajah, dan kemudian kehilangan wajahnya. Ini adalah bentuk penghidupan benda mati (dalam hal ini, pepohonan) dengan cara memberikan sifat atau tindakan manusia (memiliki dan kehilangan wajah). Gaya bahasa seperti ini disebut sebagai majas personifikasi.
Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati, hewan, atau ide abstrak. Tujuannya adalah untuk menciptakan efek imajinatif dan membuat gambaran menjadi lebih hidup di mata pembaca.
Dalam konteks puisi ini, penyair ingin menggambarkan betapa hebatnya dampak deru tornton besar (kemungkinan kendaraan besar di jalanan) terhadap alam sekitar. "Pepohonan di sekitar kehilangan wajahnya" bukan berarti secara harfiah pohon memiliki wajah, tetapi secara metaforis, debu dan kekeringan akibat aktivitas manusia telah mengaburkan keindahan, identitas, atau ciri khas pepohonan tersebut, seolah-olah pepohonan kehilangan karakternya atau eksistensinya di tengah lingkungan yang rusak.
Majas ini bukan hiperbola, karena tidak ada unsur melebih-lebihkan secara ekstrem.
Bukan simile, karena tidak ada perbandingan eksplisit dengan kata "seperti", "bagai", atau "laksana".
Bukan metafora, karena tidak ada perbandingan langsung tanpa kata perbandingan.
Bukan eufimisme, karena tidak ada ungkapan yang diperhalus untuk menggantikan sesuatu yang dianggap kasar.
Maka, dengan analisis ini, dapat disimpulkan dengan kebenaran 100%, bahwa majas yang digunakan pada baris keempat puisi tersebut adalah majas personifikasi.
Jawaban yang benar, tepat, akurat, dan sah adalah:
b) Personifikasi
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Puisi di Atas pada Baris ke-4 Menggunakan Majas. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Pernyataan Berikut Merupakan Ciri Karya Tulis Ilmiah, Kecuali
Hal yang Perlu Dicantumkan pada Bab Pendahuluan Sebuah Karya Tulis Ilmiah adalah
Bagian Proposal di Atas Termasuk
Kalimat Permintaan Saran yang Tepat dalam Kata Pengantar Karya Tulis Adalah
Kutipan Tersebut Merupakan Bagian Karya Tulis yang Terdapat pada
Dalam Sebuah Karya Tulis Ilmiah, Selain Mementingkan Metodologi Penulisan, Syarat-Syarat dari Sebuah Karya Ilmiah Penulisan Juga Harus Menemukan
Suatu Jenis Karya Ilmiah yang Hanya Terdiri dari Beberapa Unsur dalam Penulisan Karya Ilmiah Formal, Yaitu
Dalam Karya Tulis Ilmiah, Penulis Bersikap Netral, Obyektif, dan Tidak Memihak. Sikap Ini Sesuai dengan Hakikat Karya Tulis Ilmiah yang Merupakan
Karya Ilmiah Memiliki Beberapa Bentuk. Apa Saja Bentuk-Bentuk yang Kalian Ketahui?
Struktur Sajian Suatu Karya Tulis Ilmiah pada Umumnya Terdiri dari