Mari kita tinjau ciri-ciri bahasa keilmuan yang digunakan dalam karya ilmiah, serta mencari tahu mana yang tidak sesuai dengan ciri-ciri tersebut.
1. Reproduktif
Bahasa keilmuan bersifat reproduktif dalam arti bahwa informasi yang disampaikan dalam karya ilmiah harus dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diuji ulang oleh pembaca atau peneliti lain. Ciri ini mencerminkan kemampuan untuk mengulang hasil penelitian secara objektif berdasarkan data dan temuan yang ada. Dengan demikian, sifat reproduktif sangat relevan dalam penulisan karya ilmiah.
2. Tidak Ambigu
Bahasa keilmuan harus bersifat tidak ambigu, artinya kata-kata yang digunakan dalam karya ilmiah harus jelas dan tidak menimbulkan banyak tafsiran. Ketepatan dalam memilih kata dan istilah ilmiah adalah hal yang sangat penting agar tidak ada kesalahan interpretasi dari pembaca. Oleh karena itu, ciri ini sangat sesuai dengan penulisan karya ilmiah.
3. Tidak Emotif
Bahasa dalam karya ilmiah harus bersifat objektif dan tidak emotif. Dalam karya ilmiah, penulis tidak boleh mengungkapkan pendapat yang terlalu dipengaruhi oleh perasaan atau emosi. Semua informasi harus disampaikan secara netral dan berbasis pada bukti serta fakta yang objektif. Oleh karena itu, penggunaan bahasa yang tidak emotif adalah salah satu ciri utama dari bahasa keilmuan.
4. Menggunakan Bahasa Tidak Baku
Dalam karya ilmiah, penggunaan bahasa tidak baku tidak diperkenankan. Bahasa ilmiah haruslah menggunakan bahasa yang baku, yang sesuai dengan kaidah tata bahasa yang benar. Bahasa baku memastikan bahwa tulisan mudah dipahami, sahih, dan dapat diterima di kalangan akademis. Oleh karena itu, penggunaan bahasa tidak baku jelas bukan merupakan ciri dari bahasa keilmuan.
5. Menggunakan Istilah Keilmuan
Bahasa keilmuan sangat identik dengan penggunaan istilah-istilah keilmuan yang khusus dan spesifik. Istilah ini penting agar pembahasan dalam karya ilmiah menjadi lebih tepat dan jelas. Misalnya, dalam bidang kedokteran, ada istilah medis yang hanya dipahami oleh mereka yang mempelajari bidang tersebut. Penggunaan istilah keilmuan adalah ciri yang sangat penting dalam penulisan karya ilmiah.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pilihan yang salah atau tidak sesuai dengan ciri-ciri bahasa keilmuan adalah d) menggunakan bahasa tidak baku. Penggunaan bahasa yang tidak baku bertentangan dengan tujuan penulisan karya ilmiah yang mengedepankan kejelasan dan ketepatan dalam menyampaikan informasi secara formal dan sesuai dengan kaidah bahasa yang benar.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah d) menggunakan bahasa tidak baku.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Berikut Ciri-Ciri Bahasa Keilmuan sebagai Media Karya Ilmiah, Kecuali. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Berikut Ini Syarat Berhasilnya Suatu Penelitian, Kecuali
Penulis Harus Menonjolkan Keruntutan Pikiran yang Logis, Alur Pemikiran yang Lancar, dan Kecermatan Penulisan
Proposal Peringatan Ulang Tahun Sekolah Tidak Memuat Hal-Hal Mengenai
Penulisan Judul Karya Tulis yang Tepat Adalah
Jenis Proposal yang Berkaitan dengan Dunia Usaha, Baik Itu Secara Perseorangan Maupun Kelompok, Yaitu
Dalam Penulisan Karya Ilmiah, Bagian Landasan Teori Menguraikan Tentang
Unsur Karya Ilmiah Formal yang Merupakan Pengkajian Ilmiah Terhadap Pengetahuan yang Telah Ada
Dari Judul Karya Tulis di Atas, Dapat Diketahui Bahwa Masalah yang Diteliti Adalah
Kalimat Rumusan Masalah yang Sesuai dengan Topik Tersebut Adalah
Pernyataan Tersebut Merupakan Tujuan dari Penulisan Karya Ilmiah, Kecuali