Penjelasan:
Dalam kutipan drama di atas, kita dapat melihat percakapan antara Hadi dan Sayem. Percakapan ini menunjukkan dua karakter yang memiliki pandangan hidup dan sikap yang berbeda. Hadi merasa dirinya berada di posisi yang kuat karena kekayaannya, sedangkan Sayem tidak terpengaruh dengan kekayaan Hadi dan tetap teguh pada pendiriannya.
-
Hadi memulai percakapan dengan mengancam Sayem dengan "peluru", menunjukkan bahwa dia merasa bisa mengendalikan situasi dengan kekuatan atau kekayaannya. Namun, meskipun Hadi berusaha menakut-nakuti Sayem, Sayem tetap tidak takut dan tidak bergeming sedikitpun. Dia berpegang teguh pada pendiriannya, bahwa tidak semua orang yang datang ke tempat mereka adalah buruk, dan dia juga tidak silau dengan kekayaan Hadi.
-
Hadi mencoba mengajak Sayem untuk membentuk rumah tangga dengan alasan dia sekarang sudah kaya. Namun, Sayem dengan tegas menolak ajakan tersebut dan tidak terpengaruh dengan kekayaan Hadi. Ini menunjukkan bahwa Sayem merasa dirinya benar dan lebih menghargai prinsip dan nilai-nilai dalam hidup daripada kekayaan atau kekuasaan yang dimiliki oleh Hadi.
Mengapa Pilihan Lain Tidak Tepat:
-
A. Dua insan muda akan membentuk rumah tangga
Pilihan ini tidak tepat karena meskipun Hadi menawarkan untuk membentuk rumah tangga, Sayem menolaknya dengan tegas. Percakapan tersebut tidak mengarah pada pembentukan rumah tangga, melainkan pada perbedaan prinsip dan pandangan. -
B. Orang menjadi sombong karena kaya
Meskipun Hadi menunjukkan kesombongan dengan menawarkan kekayaannya kepada Sayem, percakapan tersebut tidak menekankan bahwa kekayaan membuat seseorang sombong. Fokus utamanya adalah pada perbedaan prinsip, di mana Sayem tidak terpengaruh oleh kekayaan Hadi. -
C. Orang akan membunuh temannya karena bersalah
Pilihan ini tidak sesuai karena dalam percakapan tersebut, meskipun Hadi mengancam Sayem dengan peluru, tidak ada niat untuk membunuh. Hadi hanya berbicara dengan cara yang kasar, namun hal itu lebih merupakan bentuk perasaan marah dan frustrasi terhadap Sayem yang menolaknya.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, dialog ini mencerminkan bagaimana seseorang yang merasa dirinya benar tidak takut atau terpengaruh oleh kesombongan orang lain. Dalam hal ini, Sayem tidak takut menghadapi Hadi meskipun Hadi merasa dirinya superior karena kekayaan. Sebaliknya, Sayem tetap berpegang pada prinsip dan keyakinannya bahwa kekayaan tidak menentukan kebenaran atau keadilan. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah D. Orang tidak takut menghadapi kesombongan orang lain karena merasa dirinya benar.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Isi Dialog Penggalan Drama Di Atas Adalah. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Sastrawan Angkatan 45 Yang Menjadi Pelopor Dalam Bidang Puisi Adalah
Belenggu Karya Armin Pane Merupakan Karyasastra Beraliran
Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Ciri Ciri Sastra Angkatan Pujangga Baru Ialah
Aliran Dalam Dunia Sastra Yang Tidak Hanya Mengemukakan Keburukan Atau Kejelekan, Tetapi Cenderung Pula Menuliskan Keadaan Yang Baik Dan Bagus Disebut
Berikut Ini Bukan Termasuk Nama Angkatan Dalam Perkembangan Sastra Di Indonesia,yaitu
Melihat Dari Gaya Bahasa Yang Digunakan, Bacaan Tersebut Termasuk Sastra Angkatan
Salah Satu Sastrawan Angkatan Balai Pustaka Adalah
Nilai Yang Menonjol Dalam Kisah Tersebut Adalah
Hal Utama Yang Disepakati Dalam Kutipan Tersebut Adalah
Dialog Drama Di Atas Yang Masih Rumpang Dapat Diisi Dengan