Pada awal cerita, Malin Kundang adalah seorang anak miskin yang merantau untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Setelah berhasil menjadi kaya dan menjadi seorang nahkoda, ia kembali ke kampung halamannya. Namun, meskipun telah sukses, Malin Kundang menolak untuk mengakui ibunya yang sudah renta dan miskin sebagai ibunya. Hal ini menunjukkan bahwa status sosial yang kini dimiliki oleh Malin Kundang telah membuatnya merasa lebih tinggi daripada ibunya, dan ia merasa malu untuk mengakui ibunya yang miskin dan sederhana.
Nilai sosial dalam cerita ini sangat jelas terlihat dalam konflik ini, di mana Malin Kundang lebih memilih untuk mempertahankan gengsi dan status sosialnya yang baru dibandingkan dengan menghargai dan menghormati orang tua yang telah membesarkannya. Konflik tersebut mencerminkan perubahan nilai sosial yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami perubahan status ekonomi, yang sering kali memengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat.
Mengapa Pilihan Lain Tidak Tepat:
-
A. Budaya
Cerita ini tidak secara langsung membahas budaya dalam konteks norma atau kebiasaan masyarakat yang diangkat. Meskipun ada elemen budaya dalam konteks sosial yang lebih luas, cerita ini lebih banyak mengangkat hubungan sosial antara individu, terutama mengenai kesetiaan dan penghargaan terhadap orang tua. -
B. Ekonomi
Meskipun kisah ini melibatkan perubahan status ekonomi Malin Kundang yang menjadi kaya, fokus utama cerita ini bukanlah pada aspek ekonomi itu sendiri, melainkan pada perubahan perilaku sosial yang terjadi akibat perubahan status sosial dan ekonomi. Nilai ekonomi hanya menjadi latar belakang, sedangkan konflik utamanya adalah perubahan hubungan sosial yang muncul dari situasi tersebut. -
C. Psikologi
Cerita ini memang dapat dianalisis dari sudut pandang psikologi, terutama dalam menggambarkan perubahan karakter Malin Kundang setelah dia menjadi kaya. Namun, nilai utama dalam cerita ini lebih condong kepada hubungan sosial antara Malin Kundang dan ibunya, serta dampak dari status sosial terhadap hubungan tersebut, yang lebih cocok dengan nilai sosial daripada psikologi.
Kesimpulan:
Oleh karena itu, nilai yang paling menonjol dalam kisah Malin Kundang adalah sosial. Konflik yang muncul berhubungan erat dengan hubungan sosial antara anak dan ibu yang dipengaruhi oleh perubahan status sosial Malin Kundang. Sehingga, jawaban yang benar adalah D. sosial.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Nilai Yang Menonjol Dalam Kisah Tersebut Adalah. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Salah Satu Hasil Karya Sastra Angkatan ’20 Adalah
Salah Satu Karya Sastra Beraliran Realisme, Yaitu
Sastrawan Angkatan 45 Yang Menjadi Pelopor Dalam Bidang Puisi Adalah
Belenggu Karya Armin Pane Merupakan Karyasastra Beraliran
Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Ciri Ciri Sastra Angkatan Pujangga Baru Ialah
Aliran Dalam Dunia Sastra Yang Tidak Hanya Mengemukakan Keburukan Atau Kejelekan, Tetapi Cenderung Pula Menuliskan Keadaan Yang Baik Dan Bagus Disebut
Berikut Ini Bukan Termasuk Nama Angkatan Dalam Perkembangan Sastra Di Indonesia,yaitu
Melihat Dari Gaya Bahasa Yang Digunakan, Bacaan Tersebut Termasuk Sastra Angkatan
Salah Satu Sastrawan Angkatan Balai Pustaka Adalah
Resmi! 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat Kehilangan Izinnya, Menteri Lingkungan Hidup Indikasikan Adanya Kejahatan Lingkungan