"Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tetapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah hanya untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain."
Pada kutipan ini, narator menggunakan kata "dia" untuk merujuk pada tokoh utama atau subjek cerita. Kata "dia" adalah kata ganti orang ketiga, yang menunjukkan bahwa cerita ini disampaikan oleh narator yang berada di luar peristiwa, yaitu tidak terlibat langsung sebagai tokoh dalam cerita.
Jenis-Jenis Sudut Pandang
Sudut pandang dalam karya sastra mengacu pada perspektif atau posisi narator dalam menyampaikan cerita. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa jenis sudut pandang:
-
Orang pertama pelaku utama
Sudut pandang ini menggunakan kata ganti "aku" atau "saya" dan narator adalah salah satu tokoh utama dalam cerita yang menceritakan pengalaman atau perasaan pribadi. Namun, dalam kutipan ini, tidak ada penggunaan kata "aku" atau "saya", sehingga kita dapat mengesampingkan pilihan ini. -
Orang pertama pelaku sampingan
Pada sudut pandang ini, narator masih menggunakan kata ganti "aku" atau "saya", tetapi narator bukan tokoh utama dalam cerita, melainkan tokoh sampingan. Ini juga tidak sesuai dengan kutipan yang ada, karena tidak ada narator yang mengisahkan cerita dari sudut pandang pribadi. -
Orang ketiga serbatahu (omniscient)
Dalam sudut pandang ini, narator mengetahui segala sesuatu tentang pikiran, perasaan, dan tindakan semua tokoh dalam cerita. Walaupun narator dalam kutipan ini menggunakan kata ganti orang ketiga, "dia", namun tidak ada indikasi bahwa narator mengetahui apa yang ada dalam pikiran tokoh tersebut. Narator hanya menggambarkan peristiwa eksternal atau yang tampak dari luar, tanpa memberikan informasi lebih dalam tentang pikiran atau perasaan tokoh. -
Orang ketiga pengamat
Pada sudut pandang ini, narator menggunakan kata ganti orang ketiga "dia" dan hanya menggambarkan tindakan atau peristiwa yang bisa dilihat atau didengar oleh narator. Narator tidak tahu apa yang ada dalam pikiran atau perasaan tokoh-tokoh dalam cerita, dan hanya mengamati apa yang terjadi secara eksternal. Dalam kutipan ini, narator menggambarkan peristiwa yang tampak, yaitu tokoh tersebut sudah satu bulan menjadi pendatang baru, tetapi belum terlihat keluar rumah. Narator hanya mengamati fakta eksternal tanpa menyelami pikiran atau perasaan tokoh tersebut. Ini sangat cocok dengan konsep orang ketiga pengamat. -
Orang kedua
Sudut pandang orang kedua menggunakan kata ganti "kamu" atau "anda", yang biasanya langsung mengajak pembaca untuk menjadi bagian dari cerita. Ini sangat jarang digunakan dalam karya sastra dan tidak ditemukan dalam kutipan ini, sehingga dapat dipastikan ini bukan pilihan yang tepat.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis kutipan dan penjelasan tentang berbagai jenis sudut pandang, kita dapat menyimpulkan bahwa kutipan cerpen tersebut menggunakan sudut pandang orang ketiga pengamat. Narator hanya mengamati apa yang terjadi pada tokoh utama tanpa menyelami pikiran atau perasaan tokoh tersebut, dan hanya menggambarkan apa yang tampak secara eksternal. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah d. orang ketiga pengamat.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Kutipan Cerpen Tersebut Memiliki Sudut Pandang. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Inti Dari Teks Ceramah Tersebut Ialah
Naik Turunnya Lagu Kalimat Dalam Penyampaian Ceramah Dinamakan
Jalan Dari Sebuah Kisah Cerita Merupakan Karya Sastra Disebut
Kalimat Yang Merupakan Pendapat Dinyatakan Pada Nomor
Kalimat Pada Teks Eksplanasi Tersebut Yang Mempunyai Unsur Kausalitas Sebab-akibat Adalah Nomor
Kalimat Teks Eksplanasi Tersebut Yang Mempunyai Konjungsi Syarat Adalah Nomor
Berikut Yang Tidak Termasuk Setting Adalah
Tokoh Baik Dalam Karya Sastra Disebut
Penulis Mulai Memperkenalkan Tokoh-tokoh, Latar Yang Ada Di Dalam Cerita Termasuk Tahapan Alur
Tokoh 'aku' Dalam Kutipan Tersebut Merupakan Sudut Pandang