Pernyataan Sumi yang berbunyi “Kebenaran harus dibela, risiko apa pun kuhadapi” menunjukkan bahwa ia telah mencapai titik krusial dalam pergulatan batinnya. Ia tidak lagi menahan kebenaran, dan memilih untuk berbicara meskipun tahu akan ada konsekuensi. Sementara itu, respons sang Ibu yang berkata “Jadi! Biang keladinya justru, Mama. Pantas!” menunjukkan keterkejutan, sekaligus memperlihatkan fakta penting yang selama ini tersembunyi telah terungkap.
Dialog ini sudah melewati tahap pengenalan (a), yakni bagian ketika tokoh dan latar diperkenalkan. Ia juga telah melewati komplikasi (b), yaitu bagian saat konflik mulai berkembang. Justru, kutipan ini menunjukkan bahwa konflik telah mencapai titik didih, yakni saat kebenaran muncul ke permukaan, dan perubahan besar dalam dinamika cerita terjadi.
Baca Juga: Di Bawah Ini Adalah Faktor Penentu Keberhasilan Dalam Penulisan Notulen, Yaitu
Tahapan setelah klimaks adalah antiklimaks (d), di mana ketegangan mulai menurun, serta ending (e) atau penyelesaian cerita. Karena kutipan ini menunjukkan konflik yang sedang memuncak, maka belum mencapai dua tahap akhir tersebut.
Berdasarkan alasan-alasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kutipan dialog ini menggambarkan klimaks dalam struktur drama.
Dengan demikian, jawaban yang benar adalah c. klimaks.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Dialog Di Atas Menunjukkan Drama Telah Sampai Pada Bagian. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Kalimat Pertanyaan Yang Sesuai Dengan Isi Paragraph Tersebut Adalah
Rangkuman Isi Kedua Paragraph Tersebut Adalah
Kesalahan Penggunaan Kata Pada Kalimat Tersebut Adalah Kata
Untuk Melengkapi Paragraf Tersebut, Pernyataan Yang Tepat Adalah
Kalimat Yang Tepat Untuk Digunakan Membuka Diskusi Adalah
Kalimat Yang Santun Untuk Mendukung Pendapat Seorang Penyaji Adalah
Kalimat Yang Tepat Untuk Mempersilahkan Penyaji Membaca Makalah Adalah
Dalam Periodisasi Sastra Indonesia Dikenal Periode Dengan Istilah Sastra Melayu Klasik atau Kuno. Adapun Ciri-cirinya Adalah
Di Bawah Ini Adalah Faktor Penentu Keberhasilan Dalam Penulisan Notulen, Yaitu
Pernyataan Di Atas Adalah Penggalan Laporan