Dalam Periodisasi Sastra Indonesia Dikenal Periode Dengan Istilah Sastra Melayu Klasik atau Kuno. Adapun Ciri-cirinya Adalah

photo author
- Selasa, 10 Juni 2025 | 16:56 WIB
Dalam Periodisasi Sastra Indonesia Dikenal Periode Dengan Istilah Sastra Melayu Klasik atau Kuno. Adapun Ciri-cirinya Adalah (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)
Dalam Periodisasi Sastra Indonesia Dikenal Periode Dengan Istilah Sastra Melayu Klasik atau Kuno. Adapun Ciri-cirinya Adalah (Dibuat oleh Vicky Hayden Alzaini dengan menggunakan Meta AI)

Sastra Melayu klasik bersifat statis, artinya tidak mengalami perubahan yang cepat atau signifikan dari waktu ke waktu. Cerita-cerita yang ditulis biasanya mengikuti pola tertentu yang berulang dan tetap, baik dalam tema maupun gaya penulisan.

2. Istana Sentris

Karya sastra dalam periode ini banyak berpusat di lingkungan kerajaan atau istana. Oleh karena itu, tema cerita sering kali berkisar pada kehidupan para raja, bangsawan, dan tokoh-tokoh besar dari kalangan istana. Istana menjadi pusat penyebaran dan pelestarian karya sastra.

3. Tertulis

Meskipun pada awalnya banyak cerita disampaikan secara lisan, karya-karya sastra Melayu klasik yang terkenal dituliskan dalam bentuk naskah. Penulisan ini umumnya menggunakan aksara Arab-Melayu, dan naskahnya banyak ditemukan di museum atau koleksi pribadi dalam bentuk manuskrip.

Baca Juga: Kalimat Yang Santun Untuk Mendukung Pendapat Seorang Penyaji Adalah

4. Anonim

Banyak karya sastra Melayu klasik tidak mencantumkan nama pengarang. Hal ini terjadi karena penulis zaman dahulu tidak mengutamakan pengakuan individu, melainkan menyampaikan cerita sebagai bagian dari tradisi dan warisan budaya.

5. Khayal

Cerita dalam sastra Melayu klasik sering kali mengandung unsur khayal atau imajinatif yang kuat. Kisah-kisah seperti hikayat dan cerita rakyat dipenuhi dengan tokoh-tokoh mitologis, peristiwa supranatural, dan petualangan yang menakjubkan.

6. Klise

Bahasa yang digunakan dalam sastra Melayu klasik bersifat klise, yaitu penggunaan ungkapan-ungkapan tetap yang diulang-ulang. Contoh klise seperti “hatinya hancur berkeping-keping”, “air mata bercucuran”, atau “berlayarlah ia mengarungi lautan yang luas”.

Dengan demikian, jawaban yang paling lengkap, mencakup seluruh unsur karakteristik utama dari sastra Melayu klasik adalah opsi e: statis, istana sentris, tertulis, anonim, khayal, klise.

Jawaban ini tepat, akurat, dan sah berdasarkan kajian ilmiah dalam studi sastra Indonesia klasik dan sesuai dengan referensi akademik serta buku pelajaran bahasa Indonesia kurikulum nasional.

Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Dalam Periodisasi Sastra Indonesia Dikenal Periode Dengan Istilah Sastra Melayu Klasik/kuno. Adapun Ciri-cirinya Adalah. Semoga bermanfaat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Vicky Hayden Alzaini

Sumber: Buku Kemdikbud

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X