Opsi C: “memadu padankan”
Inilah pilihan yang tidak sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, jika ingin membentuk kata kerja dari dua kata dasar yang digabungkan dengan pola seperti ini, seharusnya digunakan bentuk “memadupadankan” — satu kata utuh tanpa spasi dan ditulis serangkai. Ini termasuk ke dalam bentuk kata ulang gabungan yang mendapatkan imbuhan, dan berdasarkan PUEBI, kata semacam ini harus ditulis serangkai. Contoh lain yang serupa: “jual beli” menjadi “menjualbelikan”, “tukar tambah” menjadi “menukartambahkan.” Maka, “memadu padankan” seharusnya ditulis “memadupadankan.”
Opsi D: “dipadu”
Kata “dipadu” adalah bentuk pasif dari kata dasar “padu.” Imbuhan “di-” ditambahkan sesuai aturan tata bahasa Indonesia. Tidak ada pelanggaran dalam penulisannya. Maka, kata ini sudah benar secara ejaan dan struktur.
Baca Juga: Informasi Yang Terdapat Pada Kedua Teks Tersebut Adalah
Opsi E: “dikreasi”
Secara struktur, bentuk ini juga dapat diterima. Kata “kreasi” telah menjadi kata serapan baku dalam bahasa Indonesia, dan imbuhan “di-” dapat melekat untuk membentuk bentuk pasif, meskipun penggunaan “dikreasikan” akan lebih lazim dan dianggap lebih baku. Namun, bentuk “dikreasi” masih dapat diterima dalam konteks tertentu dan tidak melanggar kaidah ejaan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, kata yang tidak sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang benar adalah “memadu padankan.” Penulisan yang benar dan sesuai PUEBI adalah “memadupadankan.” Oleh karena itu, jawaban paling tepat dengan tingkat akurasi 100% adalah:
C. memadu padankan.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Kata Yang Penulisannya Tidak Sesuai Dengan Ejaan Bahasa Indonesia Adalah. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Gagasan Pokok Teks Tersebut Adalah
Gagasan Penjelas Yang Tepat Untuk Gagasan Utama Tersebut Adalah
Pada Suatu Hari Seorang Guru Di Sebuah Sekolah Dasar Sedang Bertanya Kepada Seorang Muridnya Tentang Hasil Belajar Menghafalkan Huruf
Makmur Makka Selalu Menulis Apa Adanya Secara Obyektif. Dalam Biografi Ini Ia Menulis Betapa Hati Habibie Yang Selalu Mendidih Jika Melihat
Kalimat Simpleks (kalimat Tunggal) Dalam Teks Tersebut Ditandai Dengan Nomor
Isi Negosiasi Tersebut Adalah