Kemudian: Sama seperti "selanjutnya", "kemudian" juga merupakan konjungsi temporal yang menunjukkan urutan waktu. Ini digunakan untuk menghubungkan kejadian-kejadian yang terjadi berturut-turut dalam urutan waktu.
Apabila: Kata ini adalah konjungsi kondisional, bukan temporal. "Apabila" digunakan untuk menghubungkan dua klausa di mana klausa kedua terjadi hanya jika klausa pertama terpenuhi. Oleh karena itu, apabila tidak termasuk dalam konjungsi temporal.
Setelah: Ini adalah konjungsi temporal yang menunjukkan urutan waktu. "Setelah" digunakan untuk menyatakan bahwa suatu peristiwa atau kejadian terjadi setelah kejadian lainnya.
Mengapa: Kata ini adalah kata tanya yang digunakan untuk menanyakan alasan atau sebab suatu peristiwa terjadi, bukan konjungsi temporal. "Mengapa" tidak digunakan untuk menghubungkan peristiwa berdasarkan waktu, melainkan untuk mencari penjelasan atau alasan. Oleh karena itu, "mengapa" bukanlah contoh konjungsi temporal.
Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa "mengapa" adalah kata yang tidak termasuk dalam kategori konjungsi temporal. Sebagai kata tanya, ia berfungsi untuk menanyakan sebab atau alasan, bukan untuk menunjukkan hubungan waktu antar peristiwa.
Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah a. mengapa.
Itulah pembahasan lengkap dari pertanyaan Berikut Yang Bukan Merupakan Contoh Dari Konjungsi Temporal Adalah. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat sebagai referensi tambahan untuk peserta didik. Jawaban yang tertera di atas bersifat tidak mutlak dan jawaban tersebut bersifat terbuka sehingga bisa dieksplorasi lagi lebih lanjut.***
Artikel Terkait
Bagian Teks Persuasif Yang Berisi Ajakan Untuk Mempengaruhi Pembaca Di Sebut
Cara Membedakan Kata Serapan Terjemah Dan Kata Serapan Kreasi
Berapa Bait Puisi 'aku' Karya Chairil Anwar?
Jelaskan Apa Saja Faktor Yang Menjadi Penyebab Adanya Keberagaman Suku Agam Ras Dan Budaya Di Indonesia
Sebutkan Langkah-langkah Dalam Menganalisis Nilai-nilai Yang Terkandung Dalam Cerpen!
Inilah Koala! Hewan Paling Termalas di Dunia, Tidur 20 Jam Sehari, Kok Bisa?