KLIK SAJA - Trutu hijau atau trutu kapas (Nettapus coromandelianus) adalah bebek tengger kecil yang menghuni wilayah Asia, Asia Tenggara, hingga Australia.
Di Queensland, Australia, mereka kerap dijuluki angsa kerdil bulu putih karena penampilannya yang unik.
Unggas ini juga sering ditemukan di pantai timur Sumatra hingga pantai utara Jawa.
Spesies ini memegang rekor sebagai salah satu unggas air terkecil di dunia, hidup di perairan tenang dengan vegetasi yang subur.
Mereka sering terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil, serta gemar bertengger dan bersarang di pepohonan dekat air.
Ciri Fisik Trutu Hijau
Trutu hijau memiliki ukuran yang sangat mungil, dengan berat hanya sekitar 160 gram (5,6 ons) dan panjang 26 cm (10 inci). Mereka memiliki paruh pendek yang menyerupai angsa, serta kaki hitam (kehijauan pada jantan) dengan lobus sempit di jari belakang.
Perbedaan Jantan dan Betina
- Jantan: Memiliki mahkota cokelat tua dan kerah hijau kehitaman di leher. Bagian belakang tubuhnya berwarna cokelat dengan kilau hijau dan ungu. Saat terbang, sayapnya tampak gelap dengan bulu terbang putih berujung hitam.
- Betina: Warna tubuhnya lebih kusam dengan garis cokelat di sekitar mata. Lehernya berbintik-bintik, dan sayapnya gelap dengan tepi putih pada bulu sekunder.
- Jantan tidak kawin (gerhana): Mirip betina, tetapi memiliki pita sayap putih yang lebih lebar.
Kedua jenis kelamin memiliki iris mata merah, yang menambah keunikan penampilan mereka.
Persebaran dan Habitat
Trutu hijau tersebar luas di Asia, Asia Tenggara, hingga Australia, dengan pergerakan populasi yang dipengaruhi oleh musim hujan dan ketersediaan air. Beberapa individu bahkan tercatat bermigrasi hingga ke Arabia, Yordania, Maladewa, dan Kepulauan Andaman.
Mereka lebih menyukai habitat seperti:
- Danau dan kolam dengan vegetasi air yang lebat.
- Laguna di Australia.
- Kolam kecil di desa-desa Asia Selatan.
Trutu hijau juga dikenal sebagai burung yang suka bertengger di pohon, menjadikannya salah satu bebek arboreal (hidup di pepohonan).