Mengenal Syekh Nawawi Al-Bantani, Ulama Besar Banten Abad 19, Pencetus Nasionalisme Kaum Muslim Nusantara

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 19 Maret 2025 | 23:01 WIB
Lukisan wajah Syekh Nawawi Al-Bantani (islampos)
Lukisan wajah Syekh Nawawi Al-Bantani (islampos)

Gelora jihad pun berkobar dalam dirinya. Sebagai intelektual yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran, Syekh Nawawi kemudian berdakwah keliling Banten, mengobarkan perlawanan terhadap penjajah.

Aktivitasnya ini membuat pemerintah Belanda membatasi gerak-geriknya, bahkan melarangnya berkhutbah di masjid-masjid.

Belakangan, ia dituduh sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yang sedang mengobarkan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.

Akibat tekanan dan ancaman pengusiran dari Belanda, Syekh Nawawi memutuskan untuk kembali ke Mekkah pada tahun 1830.

Masa Keemasan di Mekkah

Di Mekkah, Syekh Nawawi kembali memperdalam ilmu agama kepada guru-gurunya. Ia mulai masyhur ketika menetap di Syi'ib 'Ali, Mekkah.

Di halaman rumahnya, ia mengajar murid-murid yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Jumlah muridnya pun semakin banyak, dan ia dikenal sebagai ulama yang piawai dalam ilmu tauhid, fiqih, tafsir, dan tasawwuf.

Nama Syekh Nawawi semakin terkenal ketika ia ditunjuk sebagai Imam Masjidil Haram, menggantikan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Tidak hanya di Mekkah dan Madinah, namanya juga masyhur di Suriah, Mesir, Turki, hingga Hindustan.

Syekh Nawawi memegang peran sentral di tengah ulama al-Jawwi (ulama dari Jawa) dan menginspirasi komunitas al-Jawwi untuk lebih serius dalam studi Islam.

Pemikiran Syekh Nawawi tentang pentingnya kemerdekaan bagi masyarakat Islam di Indonesia sangat jelas.

Ia percaya bahwa dengan mencapai kemerdekaan, ajaran-ajaran Islam akan lebih mudah dilaksanakan di Nusantara.

Pemikiran ini mendorongnya untuk selalu mengikuti perkembangan dan perjuangan di tanah air melalui para muridnya yang berasal dari Indonesia, yang menginspirasi pergerakan kemerdekaan kelak.

Warisan dan Pengaruh

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X