KLIK SAJA - Sejak kecil ingin kak Parley ingin merubah nasib keluarga lewat pendidikan.
"Bapak saya bekerja sebagai tukang delman, Ibu saya ibu rumah tangga. Kami tinggal di sebuah rumah sederhana bersama keluarga kakek di Cianjur. Penghasilan keluarga hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari, terlebih lagi di tahun 1998, waktu saya masih SD, kondisi ekonomi keluarga kami terpuruk akibat terdampak krisis moneter."
Kak Parley percaya bahwa salah satu jalan untuk mengubah nasib keluarganya adalah lewat pendidikan.
Makanya, ia bertekad sedari kecil berusaha untuk berprestasi agar mendapatkan beasiswa.
Baca Juga: Buat Warga Riau, PT Agro Murni Buka Loker Operator Refinery Buat Lulusan SMA, Catat Persyaratannya!
Alhamdulillah bisa meraih peringkat kelas, menjadi siswa teladan, dan menang pra-olimpiade Matematika.
Hampir gak lanjut S1,
akhirnya lolos beasiswa di UPI.
"Momen terberat terjadi saat transisi SMA ke kuliah. Saya kan dibesarkan di sebuah kampung di Cianjur, yang kebanyakan dari mereka hanya tamatan SD atau SMP, lalu jadi buruh pabrik dan petani. Jadi, dulu sering dibilangin tuh, 'ngapain sekolah tinggi- tinggi? Kalau kuliah di luar kota, gimana orang tua bisa menghidupi kamu?". Jadi, saya sempat bantuin kerjaan Bapak sebulan mengurus kuda. Udah gak kepikiran buat ikut wisuda SMA, apalagi kuliah."
Beruntung Kak Parley dapat informasi dari gurunya tentang beasiswa full untuk lanjut S1.
Baca Juga: Ayo Daftar Sekarang! Program Beasiswa Australian Award Indonesia, Simak Syarat Lengkapnya!
Dengan harapan bisa lanjut S1, ia mencoba seleksi beasiswa itu dan akhirnya lolos! Lewat jalur SPMB (yang kini dikenal SNBT), Kak Parley berhasil kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), jurusan Pendidikan Matematika.
Lulus S1, keinginan S2 harus ditunda demi biayai kuliah 2 adiknya dan
jadi sandwich generation
Setelah berhasil menuntaskan S1-nya dalam 3,5 tahun dengan predikat cum laude, Kak Parley sempat punya keinginan lanjut S2, namun karena ia anak pertama, ia memutuskan bekerja dulu menjadi guru honorer selama setahun, sebelum akhirnya coba peluang berkarir di industri perbankan dan Bank Indonesia hingga kini.
"Saya kan punya 2 adik, saya juga ingin mereka bisa sampai S1. Saya harus menahan mimpi S2 saya dulu untuk mewujudkan mimpi adik-adik saya. Jadi, sebagai anak pertama dan sandwich generation, saya harus menanggung biaya hidup sendiri, berbakti kepada orang tua, dan juga ke adik-adik."
Hingga di usia 36 tahun, baru sempat kejar beasiswa ke luar negeri!
Artikel Terkait
Buat Warga Bekasi, Kewpie Buka Loker Operator Produksi Makanan Lulusan SMA, Catat Persyaratannya!
Sejumlah Peraih Penghargaan Habibie Prize 2024 Berikan Dukungan Agar Penerima Beasiswa LPDP kembali ke Indonesia dan Berkontribusi di Bidang Sains
Buat Warga Bekasi, Wings Group Buka Loker Quality Control Untuk Lulusan SMA, Catat Persyaratannya!
Curiga 2025 Bakal Jadi Tahun Kamu Study Abroad ke Eropa! Baru Tahu Kalau Tahun Depan Ternyata Gudangnya Beasiswa ke Eropa!
Buat Lulusan SMA, PT KAI Buka Loker Daily Worker Parking Operation, Segera Catat Persyaratannya!