Pengamat Pendidikan Menilai Fenomena LPDP yang Enggan Kembali Ke Indonesia Usai Selesaikan Studi di Luar Negeri Adalah Masalah Finansial

photo author
- Sabtu, 9 November 2024 | 13:33 WIB
Pengamat Pendidikan Memberikan Pernyataan Soal Penerima LPDP (Tangkapan Layar Instagram / @inaliem18)
Pengamat Pendidikan Memberikan Pernyataan Soal Penerima LPDP (Tangkapan Layar Instagram / @inaliem18)

 

KLIK SAJA - Pengamat pendidikan Ina Liem mengungkapkan pandangannya mengenai fenomena penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang enggan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi di luar negeri.

Menurutnya, hal ini merupakan sebuah tamparan bagi bangsa Indonesia.

Ina menilai bahwa salah satu alasan utama di balik keputusan tersebut adalah masalah finansial yang dihadapi para penerima beasiswa setelah mereka kembali ke Tanah Air.

Ia menjelaskan bahwa banyak ilmuwan dan peneliti yang berkarir di luar negeri menikmati kondisi ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan situasi di Indonesia.

Baca Juga: Ciptakan Peluang Karir sebagai Management Trainee dengan Jadi Bagian dalam PT Pasifik Agro Sentosa! Segera Lamar dan Raih Masa Depan!

“Saya rasa juga ini tamparan buat kita karena kalau mereka kembali itu juga kita kadang kurang menghargai juga dalam hal finansial,” ujarnya.

Dirangkum kliksaja.id, pada 9 November 2024, hal ini menunjukkan bahwa ada ketidakcocokan antara harapan dan kenyataan yang dialami oleh para penerima beasiswa.

Ina menekankan bahwa ekonomi Indonesia belum sepenuhnya berbasis inovasi, sehingga banyak talenta yang merasa tidak dihargai setelah kembali.

Ia memberikan contoh tentang inovasi pengobatan yang dikembangkan oleh ilmuwan di luar negeri.

Baca Juga: Jika Kamu Berprofesi Sebagai Jurnalis, Yuk Segera Daftarkan Diri BRI Fellowship Journalism 2025! Deadline 30 November 2024, Begini Cara Daftarnya!

Inovasi tersebut sering kali diproduksi secara massal dan mendatangkan pemasukan besar bagi negara asalnya.

Di sisi lain, negara-negara tersebut dapat memberikan penghargaan finansial yang layak kepada para ilmuwan dan peneliti mereka.

Ini menciptakan insentif bagi para akademisi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan negara mereka.

Sementara itu, di Indonesia, situasi ini berbeda yakni banyak peneliti merasa terpaksa mencari peluang kerja di luar negeri karena kurangnya dukungan dan penghargaan dari pemerintah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X