KLIK SAJA - Seringkali kebanyakan orang tua tak mempunyai waktu banyak untuk membersamai anaknya dalam pembelajaran di rumah, karena kesibukan pekerjaan atau hal lainnya.
Untuk menyelesaikan perihal tersebut yang bisa biasanya memasukkannya ke tempat les bimbingan belajar atau les privat di rumah.
Pada beberapa tahun terakhir justru terdapat fenomena menarik, dimana langkah yang diambil oleh orang tua salah satunya adalah dengan memanfaatkan konten-konten video pembelajaran sekolah pada YouTube, dimana sang orang tua cukup memutarkan beberapa video tentang pembelajaran mata pelajaran sekolah pada anaknya.
Baca Juga: Mengenal Budaya Shukatsu, Kegiatan Mahasiswa Jepang Berburu Pekerjaan
Hal serupa pun banyak ditemui pada guru yang menggunakan metode ini pada pembelajaran di kelas, dimana sang guru cukup memberikan tayangan materi pembelajaran dari YouTube dengan menggunakan media proyektor dilengkapi pengeras suara.
“Namun yang menjadi pertanyaan, apakah ini merupakan suatu pembelajaran yang efektif atau sikap untuk sekedar mencari jalan pintas.”
Platform seperti YouTube, Google atau Artificial Intellegence memang akhir-akhir ini benar-benar sangat membantu pembelajaran untuk anak, namun pertanyaannya akankah kelak nanti pada akhirnya perihal tersebut dapat menggantikan esensi pembelajaran konvensional.
Materi konten pelajaran sekolah di YouTube pada prinsipnya merupakan metode pembelajaran audiovisual, yang memang sangat disukai para pelajar.
Baca Juga: Mendidik dan Memahami Anak Laki-Laki Cenderung Lebih Aktif Dibandingkan Anak Perempuan
Namun bagaimanakah caranya agar menjadi efektif dalam pembelajaran, untuk itu kita harus memperhatikan beberapa hal penting, agar metode pembelajaran audio-visual ini benar-benar sangat bisa digunakan, apa sajakah itu, berikut tips-tipsnya.
Monitoring
Materi konten pelajaran sekolah memang tersedia cukup melimpah pada platform YouTube, namun bukan berarti pelajar bisa dengan bebasnya memilih videonya sesuka hatinya.
Pada tahap jenjang Sekolah Dasar, orang tua atau guru yang harus menentukan video mana saja pembelajaran mana saja yang bisa ditonton oleh para pelajar.