Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Tolak Perizinan Tambang Timah di Laut Teluk Beriga
24 April 2024
Pangkalpinang, Klik Saja - Aktivis lingkungan dan Masyarakat Sekitar Teluk Beriga Bangka menolak adanya aktivitas tambang timah laut.
Karena dinilai bakal merusak ekosistem laut serta perekonomian masyarakat Teluk Beriga yang mayoritas bermata pencarian nelayan.
Sebelumnya Aksi massa itu berkumpul di Titik Nol Kilometer, kawasan Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
Berbekal spanduk bertuliskan penolakan tambang timah di Laut Desa Batu Beriga, massa menyuarakan aspirasi.
Secara bergantian orator dari perwakilan mahasiswa dan organisasi masyarakat berorasi dari atas mobil pikap.
Mereka ingin Pejabat (Pj) Gubernur Provinsi Kepulauan Babel Safrizal.
Hanya saja, hingga pukul 14.30 WIB, Safrizal tak kunjung muncul menemui massa.
Massa ingin masuk ke Kantor Gubernur Babel tetapi pihak keamanan berjaga-jaga mengamankan aksi unjuk rasa.
Direktur Eksekutif Walhi Babel Ahmad Subhan Hafiz mengatakan ingin bertemu Pj Gubernur Babel.
Hal itu terkait peringatan Hari Bumi Tahun 2024.
Karena itu ada ekosistemnya, tumbuh karang dan segala macam.
Menurut dirinya, saat ini masyarakat tahu soal tersangka yang terlibat dalam kasus pertimahan di Provinsi Kepulauan Babel tahun 2015-2022, yang bersinggungan langsung dengan orang dalam di PT Timah Tbk.
Tentang penolakkan pertambangan timah di Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah, Hafiz menyebutkan sudah lama diperjuangkan masyarakat.
Masyarakat di Desa Batu Beriga, menurutnya, tidak ingin ada aktivitas pertambangan timah di laut mereka.
Meskipun masuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah, namun hampir 90 persen masyarakat Desa Beriga bergantung kepada sumber daya alam yang ada di laut.
Ia pun meminta pihak terkait, untuk segera mengevaluasi seluruh perizinan terutama di wilayah laut.
Karena Rp271 triliun hanya terhitung dari ekosistem daratan yaitu di kawasan hutan maupun non kawasan hutan.