trending

Lulus di Harvard dan Stanford, Wisudawan Ini Bikin Rektor UINAM Minder

Kamis, 11 Mei 2023 | 07:00 WIB
Rektor UINAM, Prof Hamdan Juhannis (kiri) dan Edysul

KlikSAJA, Makassar--Bangganya tak ketulungan. Mahasiswa yang baru saja di wisuda dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) ini lolos diterima lanjut di Harvard University dan Stanford University, Amerika Serikat.

Rektor UINAM Prof Hamdan Juhannis Phd pun memuji anak didiknya itu. Bahkan dia mengaku iri kepada Edysul Isdar putra asal Lappa Riaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dia sendiri saat jadi mahasiswa punya keinginan untuk masuk di Universitas Harvard itu. Namun tak kunjung bisa diwujudkan.

Sementara Edysul ini, tak hanya lulus di Harvard saja, tetapi juga lulus di Stanford. Dua Universitas Terbaik di dunia.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Penetapan Harga Pasir Takalar, Kejati Tetapkan Dua Tersangka Ditahan

Pujian Rektor UINAM itu viral di media sosial setelah memperkenalkan Edysul di hadapan tamu undangan dan peserta wisuda pada Rabu (10/5/2023).

Hamdan bahkan mengaku minder dan iri terhadap Edysul. “Meski saya sudah jadi guru besar dan pernah kuliah S2 dan S3 di luar negeri, tapi saya sebenarnya memimpikan seperti Edysul,” ungkapnya sambil menepuk-nepuk pundak Edysul.

Diketahui, Edysul lulus di Harvard, namun belum memiliki beasiswa. Sementara di Stanford, dia sudah dinyatakan lulus dan juga menerima beasiswa di kampus itu.

Edysul merupakan mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi UINAM.

“Edysul, kamu menjadi mimpi bagi semua anak muda. Khususnya para wisudawan dan wisudawati yang hadir hari ini. Edysul merupakan contoh terbaik dari mimpi kita semua. Edysul merupakan wakil dari UINAM,” tuturnya.

Sementara itu, Edysul mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaiannya itu.

“Kalau saya sendiri sangat bersyukur dan sangat senang, karena kemarin itu saya tidak pernah terpikirkan lulus di dua kampus ini,” ungkapnya.

Edysul berasal dari keluarga sederhana. Dia memiliki enam saudara. Dia merupakan anak yatim sejak 2014.

Ibunya terpaksa hijrah ke Jayapura demi bekerja sejak 2015.****

Halaman:

Tags

Terkini