trending

Kronologis Soimah Mengadu Soal Pegawai Pajak Pada Butet

Senin, 10 April 2023 | 15:13 WIB
Tangkapan layar perbincangan Soimah bersama Butet di Program Mojok Bersama Kami

KlikSAJA,--Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawaty telah merespon aduan komedian Soimah Poncowati terkait perilaku pegawai pajak yang kurang baik. Dalam akun instagramnya @smindrawaty, sri Mulyani mneyebut ada tiga poin yang perlu diluruskan.

Lalu bagaimana sebenarnya kronologi aduan Soimah itu?

Aduan itu pertama kali muncul ketika Komedian Soimah Poncowati dalam bincang bersama Butet Kertaradjasa dalam program Mojoklah bersama Kami yang dikutip KlikSAJA, Minggu (9/4/2023).

Baca Juga: Begini Respon Sri Mulyani, Soal Curhat Soimah Petugas Pajak Tak Manusiawi

Dia menyampaikan rasa geramnya atas perlakuan para petugas pajak yang kerap mendatangi rumahnya. Perlakuan mereka dalam menagih pajak layaknya perlakuan seorang penegak hukum memperlakukan maling yang tertangkap tangan.

"Jadi tahun 2015, rumah saya itu sempat didatangi petugas pajak, di mana perlakuannya tidak baik karena saat datang itu masuk pagar rumah tanpa permisi dan tiba-tiba ada di depan rumah," ungkapnya.

"Saat itu, pihak petugas pajaknya meminta saya untuk menyerahkan nota-nota pengeluaran saya selama ini termasuk nota bantuan yang saya berikan kepada keluarga, lah gimana gak edan, uang untuk membantu keluarga dan saudara pakai nota pengeluaran. Bahkan pernah orang pajak bawa debt collector gebrak meja, kakak saya dianggap menyembunyikan saya padahal saya sedang di Jakarta ada live di televisi," tambahnya.

Dia melanjutkan, pengalaman krang baik dengan Petugas Pajak itu tak hanya berhenti di situ, Soimah juga bercerita terkait pengalamannya saat pembelian rumah dan pembangunan pendopo yang ada di rumahnya yang saat itu masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga: Pelepasan Almarhum Rapsel Ali Digelar Secara Militer, Wali Kota Jadi Inspektur Upacara

"Saya beli rumah Rp430 juta tetapi pihak pajak tidak percaya dan memaksa ini NJOP nya harus Rp650 juta, saya dituduh mengecilkan nilai rumah. Lah apa iya seorang Soimah kalau beli rumah harus miliar rupiah dan tidak boleh beli rumah yang sederhana," terang Soimah.

"Perlakuan yang kurang sopan petugas pajak juga terjadi saat mereka tiba-tiba mengukur dan menaksir pendopo rumah yang saat itu saya sedang bangun. Mereka datang tiba-tiba dan langsung melakukan pengukuran dari pukul 10.00 pagi sampai 05.00 sore, mereka foto-foto dan buat videonya, lalu petugasnya bilang ini bangunan ditaksir (appraisal) Rp50 miliar, padahal saya yang bangun itu belum tahu habisnya berapa," tegasnya.

Diapun geram dengan perlakuan para petugas pajak di lapangan yang memperlakukannya dengan keras bahkan sampai seperti layaknya koruptor dan pelaku kejahatan yang lain.

"Saya itu kerja hasil dari jerih payah sendiri, proses yang panjang, keringat saya sendiri dan bukan hasil maling, bukan hasil korupsi tetapi kok seakan-akan saya diperlakukan saya ini seperti bajingan, saya seperti koruptor, saya seperti maling oleh para petugas pajak. Dan yang lebih tidak habis pikir, semua akting saya di televisi dan postingan-postingan di media sosial yang hanya untuk keperluan pekerjaan dianggap nyata dan real, sehingga harus dikenakan pajak, ini yang goblok siapa yah? Ini buat saya modus," ujarnya lagi.

Kendati demikian, Soimah sebagai warga negara tetap akan patuh membayar pajak. Namun, dia berharap ada penertiban dari Direktorat Jenderal Pajak atas petugas yang bekerja di lapangan agar bisa memperlakukan para wajib pajak dengan baik dan tanpa kekerasan.

Halaman:

Tags

Terkini