Alumni Stiba Makassar ini Jadi Tenaga Musiman Haji Sambil Kuliah di Jeddah  

photo author
Hariyani, Klik Saja
- Selasa, 13 Juni 2023 | 14:23 WIB
Muchamad Tizar
Muchamad Tizar

KlikSAJA, Madinah--Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (Stiba) Makassar, Mochamad Tizar memanfaatkan musim haji ini dengan menjadi tenaga musiman.

Tizar adalah mahasiswa Universitas King Abdul Azis, Jeddah yang mendapat kepercayaan dari Pemerintah Arab Saudi mejjadi tenaga musiman.

Bagi Tizar mengabdikan diri menjadi petugas haji Indonesia di Arab Saudi untuk ukuran seorang mahasiswa bukan perkara mudah.

Baca Juga: Tanpa Messi, Penonton Tetap Antusias Saksikan Laga Indonesia vs Argentina

Pasalnya tak semua mahasiswa yang bermohon akan dizinkan untuk petugas haji.

"Tidak semua kampus berikan kesempatan untuk berhaji," kata laki-laki yang sudah menempuh kuliah 4 tahun di Jeddah ini.

Taizar punya motivasi luhur, dia ingin mengabdi pada jemaah haji agar dapat kebaikan dalam hidupnya sekaligus berhaji tanpa harus mendaftar ke Kementerian Haji Arab Saudi yang prosesnya tidak mudah.

Baca Juga: Jemaah Haji yang Meninggal Capai 40 Orang

"Tujuan kita menjadi temus (tenaga musiman petugas haji) barang siapa yang berkhidmat pada tamu Allah maka kita akan mendapat ganjaran seperti orang berhaji. Jadi kita menjadi wasilah bagi para tamu Allah kita juga akan dapat hal yang sama seperti mereka lakukan," kata Taizar di Madinah, Senin (12/6/2023).

Taizar yang mendapat beasiswa pendidikan dari Pemerintah Arab Saudi itu membantu pelayanan di kantor Daker Madinah selama 70 hari.

Taizar merawat dan memperbaiki perangkat komputer serta hal berkaitan teknologi informasi (TI).

Taizar pertama kali menginjakkan kakinya di Arab Saudi pada 2019. "Pertama saya bersyukur sekali bisa kuliah di King Abdul Aziz Jeddah," kata dia.

Taizar mengaku pernah kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab di Makassar pada 2015. "Saya kuliah selama 2,5 tahun, lalu di semester 3 diajak kawan-awan mendaftar di Saudi," kata dia.

Taizar bercita-cita menjadi pengajar dan berdakwah. "Kepikiran saya ingin mengajar, kalaupun tak bisa mengajar setidaknya saya membantu orang yang bisa mengajar, apa yang bisa dilakukan untuk dakwah untuk membantu agama, itulah yang dibuat," kata dia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hariyani

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X