Kenali 4 Kapal Tradisional Asli Indonesia, Warisan Nenek Moyang Sang Pelaut

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 3 Januari 2025 | 09:35 WIB
Kapal Pinisi berlayar di samudra (velasco indonesia)
Kapal Pinisi berlayar di samudra (velasco indonesia)

Sandeq

Sandeq walau kecil, tetapi memiliki kecepatan
Sandeq walau kecil, tetapi memiliki kecepatan (kaltimkita)

Merupakan perahu khas Suku Mandar dari Sulawesi Barat yang memiliki berbentuk langsing dan mungil, karena hanya memiliki lebar satu meter serta panjang sekitar 7 meter.

Walau bentuknya kecil, sandeq punya tiang layar yang tinggi mencapai 20 meter, dengan bentangan layar hingga 5 meter.

Kendati bentuknya mungil, sandeq tetap memiliki kemampuan mengarungi lautan dengan sangat tangguh.

Bahkan, sandeq dapat berlayar melawan arah angin, dengan teknik berlayar zigzag atau dalam bahasa Mandar disebut sebagai Makkarakkayi.

Bentuk sandeq yang ramping memang membantu perahu layar bercadik ini lebih lincah dan memiliki kecepatan dibandingkan perahu layar lainnya.

Bidar

Festival perahu Bidar di Sungai Musi, Palembang
Festival perahu Bidar di Sungai Musi, Palembang (Kementerian Pariwisata)

Selanjutnya ada perahu tradisional khas Indonesia yang berasal dari Palembang, Sumatra Selatan.

Perahu bidar memiliki panjang sekitar 24-30 meter, lebar 75-100 cm, dan tinggi 60-100 cm.

Maka dengan ukuran seperti itu, perahu bidar bisa menampung hingga 45-58 orang.

Namun, menurut kepercayaan masyarakat Palembang, perahu bidar hanya bisa dinaiki pria saja. 

Dalam bahasa Palembang, bidar berarti biduk lancar.

Konon, zaman dahulu perahu ini digunakan untuk memperebutkan putri cantik bernama Putri Dayang Merindu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X