Sandeq
Merupakan perahu khas Suku Mandar dari Sulawesi Barat yang memiliki berbentuk langsing dan mungil, karena hanya memiliki lebar satu meter serta panjang sekitar 7 meter.
Walau bentuknya kecil, sandeq punya tiang layar yang tinggi mencapai 20 meter, dengan bentangan layar hingga 5 meter.
Kendati bentuknya mungil, sandeq tetap memiliki kemampuan mengarungi lautan dengan sangat tangguh.
Bahkan, sandeq dapat berlayar melawan arah angin, dengan teknik berlayar zigzag atau dalam bahasa Mandar disebut sebagai Makkarakkayi.
Bentuk sandeq yang ramping memang membantu perahu layar bercadik ini lebih lincah dan memiliki kecepatan dibandingkan perahu layar lainnya.
Selanjutnya ada perahu tradisional khas Indonesia yang berasal dari Palembang, Sumatra Selatan.
Perahu bidar memiliki panjang sekitar 24-30 meter, lebar 75-100 cm, dan tinggi 60-100 cm.
Maka dengan ukuran seperti itu, perahu bidar bisa menampung hingga 45-58 orang.
Namun, menurut kepercayaan masyarakat Palembang, perahu bidar hanya bisa dinaiki pria saja.
Dalam bahasa Palembang, bidar berarti biduk lancar.
Konon, zaman dahulu perahu ini digunakan untuk memperebutkan putri cantik bernama Putri Dayang Merindu.