Mengenal Singkat Sejarah Kecap Manis, Warisan Pusaka Kuliner Nusantara

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 30 Desember 2024 | 12:30 WIB
ilustrasi kecap manis menjadi bumbu pelengkap masakan Nusantara (universal solutions)
ilustrasi kecap manis menjadi bumbu pelengkap masakan Nusantara (universal solutions)

Dari situ kemudian masyarakat lokal yang berasimilasi dengan budaya Tiongkok berinovasi dengan menambahkan gula kelapa ke dalam kecap asin tersebut.

Sehingga rasa yang dihasilkan berubah menjadi manis sesuai dengan lidah masyarakat Jawa.

Seiring berjalannya waktu, rasa kecap pun juga terus berkembang dan disesuaikan dengan lidah nusantara  yang gemar makanan manis.

Bahkan, kecap manis yang awalnya masih sangat encer, mulai dibuat lebih kental dengan tambahan bumbu-bumbu lainnya.

Selain rasanya yang berubah, penyebutan ke’tsiap juga mengalami perubahan, menyesuaikan lidah ‘wong jowo’.

Akhirnya kata ke’tsiap berubah menjadi kecap seperti yang kita gunakan hingga saat ini.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Teknologi AI Untuk Dukung Lima Prioritas Vertikal Utama

Sejarah kecap di Indonesia kemudian berlanjut dengan dibangunnya pabrik kecap pertama pada 1882.

Tepatnya di Pasar Lama, Tangerang, yang didirikan oleh pengusaha keturunan Tionghoa, Teng Hang Soey.

Pabrik kecap pertama di Indonesia itu bernama Teng Giok Seng dan masih beroperasi dan eksis hingga sekarang dengan nama Kecap Benteng Cap Istana.

Semenjak saat itu mulai banyak bermunculan merek-merek kecap manis di Indonesia.

Seperti Kecap Cap Orang Jual Sate dari Probolinggo, Jawa Timur sejak 1889.

Kemudian Kecap Benteng Cap SH yang dibuat oleh Lo Tjit Siong pada 1920 di Tangerang, yang juga masih eksis hingga sekarang.

Kehadiran pabrik Kecap Benteng Cap SH makin populer berkat adanya masyarakat Tionghoa di Tangerang, atau yang dikenal dengan Cina Benteng.

Bahkan, sekarang merek kecap tersebut menjadi oleh-oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Tangerang, terutama daerah Pasar Lama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tags

Rekomendasi

Terkini

X