Mengenal Burung Maleo, Unggas Unik Sulawesi Yang Terancam Punah

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 25 Desember 2024 | 18:30 WIB
Seekor burung Maleo yang sedang menggali tempat telurnya (Halodoc)
Seekor burung Maleo yang sedang menggali tempat telurnya (Halodoc)

KLIK SAJA - Maleo ( Macrocephalon maleo ) merupakan salah satu satwa endemik Sulawesi dan tidak akan ditemukan di tempat lain di dunia. 

Burung ini termasuk unggas yang unik, sepintas seperti burung Kasuari tetapi dalam bentuk mini, dan terkenal memiliki bentuk telur yang sangat besar.

Burung ini hanya ada di Pulau Sulawesi dan populasinya semakin terancam karena semakin maraknya pembukaan lahan di habitatnya berupa kawasan pantai berpasir panas atau pegunungan dengan sumber air panas atau kondisi geotermal tertentu.

Pencurian telur maleo juga mengancam kelestarian burung itu, karena induk maleo memang hanya bertelur dalam satu musim.

Baca Juga: Tahu Baru! Ternyata Ada Banteng di Kalimantan, Tersembunyi Dalam Rimba Kalimantan

Belum lagi aksi si pencuri alami seperti babi hutan dan biawak.

Maleo memang tidak mengerami telurnya, hal itu karena setelah bertelur ia akan mengubur telurnya dengan menggali lubang, sampai anak burung itu menetas sendiri.

Agar dapat bertahan dan menetas, telur harus dikubur di tempat hangat bersuhu 32-35 derajat Celcius seperti di pasir pantai atau kawasan yang dekat sumber udara panas.

Ukuran telur Maleo yang sangat besar, sehingga sulit dierami
Ukuran telur Maleo yang sangat besar, sehingga sulit dierami (mongabay)

Dalam buku  Konservasi Maleo di Sulawesi  dijelaskan bahwa asal usul burung khas kawasan Wallacea ini masih belum jelas hingga kini.

Terdapat dua teori yang menyebutkan bahwa nenek moyang pertama maleo berasal dari Australia.

Lalu teori kedua menyebutkan bahwa nenek moyang maleo berasal dari Asia Tenggara sebelum tiba di Australia.

Namun persamaan kedua teori itu adalah nenek moyang maleo telah dipelihara di Australia untuk waktu yang lama dan telah berevolusi menjadi burung yang tidak lagi mengerami sendiri telur-telurnya.

Maleo lalu menyebar ke Papua Nugini dan pulau-pulau di sekitar Indonesia timur, termasuk di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X