Lantas benarkah isu utang Rp 50 miliar Anies Baswedan tersebut?
Sebenarnya apakah yang sesungguhnya terjadi saat itu?
Simak klarifikasi lengkap Anies Baswedan berikut ini.
"Pak Sandi menyebutkan setelah didoakan dan juga dipertimbangkan didiskusikan dengan keluarga beliau ikhlaskan hutang 50 m itu Menurut tanggapan Pak Anies?" tanya Merry Riana.
Dijawab dengan tegas oleh Anies Baswedan, jika pada saat itu ada banyak pihak yang memberikan bantuan.
Bahkan sampai ia sendiri tak tahu siapa saja yang sudah memberikan dukungan.
Kemudian diungkapkan terkait dengan pinjaman ini.
"Banyak sekali, ada yang kami tahu ada yang kami tidak tahu," ucapnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Merry Riana pada Minggu (12/2/2023).
"Ada yang memberikan dukungan langsung kepada relawan, nah kemudian ada pinjaman," tambah Anies Baswedan.
Ia membantah jika uang Rp50 miliar tersebut adalah utang.
Melainkan dukungan yang diminta ditata sebagai utang dengan surat perjanjian.
Terungkap jika dalam perjanjian tersebut, jika gagal menjadi Gubernur DKI Jakarta, maka harus dikembalikan.
"Jadi dukungan yang minta dicatat sebagai utang lalu sampaikan bila ini dukungan untuk sebuah kampanye untuk perubahan untuk kebaikan," ucapnya.
"Bila ini berhasil maka itu dicatat sebagai dukungan. Bila kita tidak berhasil dalam Pilkada, maka itu menjadi hutang harus dikembalikan," jelasnya menambahkan.
Hingga akhirnya diungkapkan peran dari Sandiaga Uno dalam perjanjian utang Pilkada DKI Jakarta ini.