Jokowi Masuk Bursa Calon Ketum PPP dan PSI, Pilih Mana Pakde?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 6 Juni 2025 | 23:48 WIB
ilustrasi Jokowi (jurnal patroli news)
ilustrasi Jokowi (jurnal patroli news)

KLIK SAJA - Di tengah riuh rendah isu lama yang kembali mencuat—terkait keabsahan ijazahnya—nama Presiden Joko Widodo justru kembali bergema dalam pusaran politik elit.

Bukan karena pembelaan atau klarifikasi, melainkan karena manuver politik yang tak kalah mengejutkan: Jokowi masuk bursa calon ketua umum dua partai politik sekaligus, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Isu ini mulai merebak setelah pernyataan Ketua Mahkamah PPP, Ade Irfan Pulungan, yang menyebut Jokowi sebagai figur ideal untuk memimpin PPP kembali ke Senayan pada Pemilu 2029.

Dalam pandangannya, Jokowi adalah sosok berpengalaman, memahami dinamika politik, dan memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan.

“Kalau PPP dipimpin Pak Jokowi, insyaallah bisa masuk lima besar dan mendapat kursi pimpinan di DPR,” kata Irfan optimis.

Namun, ketika dimintai tanggapan, Jokowi dengan santai serta rendah hati menepis isu tersebut.

“Enggaklah, di PPP saya kira banyak calon ketua umum yang lebih baik, lebih punya kapasitas,” ujarnya kepada media saat ditemui di kediamannya di Solo, Jumat (6/6/2025).

Meski demikian, candaan khas “Pakde” Jokowi kembali muncul saat ia menyelipkan bahwa dirinya mungkin lebih cocok di PSI.

“Saya di PSI aja,” selorohnya, seakan tak ingin serius tapi juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan.

Pernyataan itu tentu menjadi sinyal politik terselubung. Apalagi, PSI saat ini dinakhodai oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang walau populer di media sosial, masih dianggap belum cukup kuat mengokohkan posisi PSI di panggung politik nasional.

Masuknya Jokowi bisa menjadi penyelamat sekaligus penyambung napas politik PSI yang selama ini dianggap sebagai ‘partai satelit’ Istana.

Namun di sisi lain, bila Jokowi benar-benar bergabung atau bahkan memimpin PPP, ini bisa menjadi langkah taktis yang mengubah wajah partai Islam tua itu.

Maka dengan elektabilitas Jokowi dan jejaring kekuasaan yang masih kuat, PPP bisa jadi kembali menjadi pemain utama, bukan hanya sekadar pelengkap di parlemen.

Lalu, akan ke mana langkah Jokowi berlabuh? PSI dengan kekuatan muda dan pengaruh keluarga?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X