Ditambah lagi, desakan pemakzulan ini datang bukan dari oposisi atau kelompok sipil biasa, melainkan dari Forum Purnawirawan TNI yang memiliki bobot simbolik dan historis tersendiri.
Tanda tangan empat jenderal purnawirawan seperti Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi hingga Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, menjadi sinyal serius bahwa tekanan politik terhadap Gibran bukan main-main.
Apakah ini akan menjadi awal dari ujian politik besar bagi duet Prabowo-Gibran? Ataukah sekadar riak demokrasi yang akan surut seiring waktu?
Publik tentu akan terus menantikan kelanjutan episode politik terbaru dari keluarga Jokowi.***