Sehingga Cawapres dari nomor urut tiga tersebut hanya bisa menyampaikan aspirasinya untuk kepentingan rakyat perlu diutamakan.
Pejabat asal Madura itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan fasilitas negara selama tiga bulan terakhir berkeliling ke daerah untuk sosialisasi.
Menurut dia, seorang pemimpin harus paham etika agar tidak ditiru oleh yang lain.
Mahfud juga mengimbau kepada pemimpin pemda agar tidak menjemputnya ketika melakukan kunjungan.
”Tidak perlu dijemput, minta pengamanan saja. Fenomenanya kalau dekat dengan lawan politisi bisa segera dipindah (jabatannya)," imbuhnya.
Cuitan akun resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mencantumkan tagar #PrabowoGibran2024 memang telah dihapus.
Admin akun X Kemenhan juga telah meminta maaf dan menyatakan bahwa unggahan itu merupakan ketidaksengajaan akibat aplikasi auto-text.
Meski demikian, bukan berarti kasus tersebut berhenti. Kemarin koalisi masyarakat sipil melaporkan kasus itu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Kemenhan dituding memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan politik.
Koalisi itu terdiri atas Themis Indonesia, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Indonesia Corruption Watch (ICW), Perkumpulan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Lokataru, dan lain-lain.
Artikel Terkait
'Impor Minyak Indonesia Berhasil Turun dengan Pengembangan Energi Terbarukan' Jawab Gibran dalam Debat Keempat Cawapres
Bertekad Habis-habisan Menangkan Anies-Muhaimin di Boyolali, Sudirman Said Terima Ikrar Rakyat Boyolali
Untuk Menyerap Aspirasi Pemuda di Banten, Tim Pemenangan Muda Ganjar Mahfud Merumput di Pasar Kemis Tangerang
Keberlanjutan yang Diusung, Gibran Ingin Kartu Tani dan Bansos Lebih Tepat Sasaran
Ketua Partai PDIP Milad, Prabowo Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-77 untuk Megawati