“Kalau tidak ada Jokowi dan Prabowo, tidak ada contoh soal kerukunan. Pemimpinnya cuma ada konflik terus. Bertarung terus. Kita bersyukur. Bung Karno mengajarkan ‘jasmerah’, jangan melupakan sejarah,” kata Ara.
“Pak Jokowi dan Pak Prabowo menghormati sejarah dan juga membuat sejarah. Bukan hanya di Indonesia, tapi di dunia. Ini adalah nilai kelas dunia. Nilai juara. Dua orang yang bertarung keras bisa bersatu untuk Indonesia,” lanjutnya.
Ara juga mengaku belajar dari Prabowo soal sikap apa adanya dan menyebut Prabowo sebagai sosok yang tulus.
"Saya belajar dari Bapak apa adanya. Saya salut dengan ketulusan Bapak dan selama Bapak empatbtahun selalu setia mendukung Pak Jokowi," pungkas dia.***
Artikel Terkait
Perhatikan Nasib Petani dan Nelayan, Prabowo Menyoroti Gizi Penerus Bangsa dengan Program Makan Siang Gratis
'Perut Masyarakat Indonesia Kenyang Berkelanjutan' Mimpi Besar Prabowo Subianto
Hadapan Ribuan Masyarakat Majalengka, Prabowo Berjanji Bakal Melanjutkan Program Pak Jokowi
Ribuan Masyarakat Majalengka Menyaksikan, Prabowo: Demokrasi Artinya Rakyat yang Berkuasa
Ajak Maruarar Sirait Gabung TKN Prabowo-Gibran, Prabowo Subianto Ucapkan Terima Kasih