KLIK SAJA - Kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi pada 29 Desember 2024 telah menimbulkan kesedihan di dunia penerbangan.
Insiden tersebut mengakibatkan kematian 179 orang, sementara hanya dua anggota kru kabin yang berhasil selamat.
Pesawat Jeju Air itu terbang dari Thailand dan mengangkut penumpang yang baru saja menyelesaikan liburan Natal.
Pendaratan darurat dilakukan di Bandara Muan, namun berakhir dengan ledakan yang menghancurkan pesawat menjadi serpihan.
Baca Juga: India Investigasi 17 Kematian Misterius Pada Sebuah Desa, Diduga Keracunan Air Minum
Ledakan itu terjadi setelah pesawat menabrak penghalang beton yang ada di ujung landasan.
Penyebab utama kecelakaan masih belum diketahui, namun pakar keselamatan udara sebelumnya sempat membahas jika korban bisa jauh lebih sedikit jika tidak ada struktur tersebut.
Struktur beton Bandara Muan akan dibongkar
Kementerian Perhubungan mengumumkan rencananya untuk menghapus struktur yang ada di Bandara Muan.
Setelah proses pembongkaran selesai, mereka akan segera menggantinya dengan struktur baru yang terbuat dari bahan yang lebih mudah pecah.
Baca Juga: Mulai Adikuasa, Donald Trump Cawe-Cawe Harga Minyak Negara-Negara OPEC
Beberapa ahli dan pengamat menyatakan bahwa localizer di Bandara Muang dilengkapi dengan antena yang dirancang untuk membantu pesawat dalam melakukan pendaratan dengan aman.
Namun, karena kekuatan struktur tersebut, pesawat Jeju Air mengalami tabrakan yang keras saat menghantamnya.
Akan ada penyesuaian di bandara Korea lainnya
Artikel Terkait
Gara-gara Squid Game 2, Netflix Naikkan Biaya Langganan di Beberapa Negara, Indonesia Juga?
Donald Trump Pertimbangkan Tarif 10 Persen Barang Impor 'Made in China'
12 Penumpang Tewas Ditabrak Kereta Api di India, Akibat Panik Insiden Kebakaran Dalam Gerbong
Bunga Bangkai Titan Arum Asal Sumatra Mekar di Sydney, Warga Australia Antusias Menantinya
Kemlu RI Akhirnya Beri Jawaban Rencana Donald Trump Pindahkan Warga Gaza ke Indonesia: Indonesia Tetap Tegas