Babe Haikal: Industri Halal Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 10 Januari 2025 | 09:27 WIB
Kepala BPJPH, Babe Haikal saat memberikan sambutan peresmian Halal Center (BPJPH)
Kepala BPJPH, Babe Haikal saat memberikan sambutan peresmian Halal Center (BPJPH)

KLIK SAJA - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan optimistis industri halal bakal menjadi salah satu pilar utama dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut dipaparkannya usai meresmikan Asy-Syafi'iyah Halal Center (AHC) di Universitas Islam Asy-Syafi'iyah, Jakarta Timur.

"Dengan potensi besar ekosistem halal kita, saya optimis industri halal kita akan berperan penting dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2028-2029 mendatang." ujar Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam siaran persnya yang diterima InfoPublik, Kamis (9/1/2025).

Baca Juga: Kemkomdigi Telah Menindak 43 Ribu Konten Judol Sejak Awal Tahun

Hal ini, ungkapnya, karena berdasarkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, ekonomi halal dapat meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar USD5,1 miliar atau sekitar Rp72,9 triliun pertahun melalui peluang ekspor dan investasi.

"Selain itu, Indonesia juga merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan sekitar 230 juta penduduk Muslim," ungkap pria yang akrab disapa Babe Haikal tersebut menjelaskan.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa BPJPH saat ini terus berupaya memperkuat ekosistem industri halal, salah satunya melalui program mandatory sertifikasi halal dari hulu hingga ke hilir.

Berbagai upaya strategis sudah dilakukan BPJPH, termasuk melalui penguatan regulasi, edukasi, sosialisasi, fasilitasi, inovasi teknologi informasi dan digitalisasi, hingga penguatan sinergi dan kolaborasi antara berbagai stakeholder halal terkait.

"Saat ini banyak produk UMK kita yang mampu bersaing bahkan menembus pasar ekspor setelah mengantongi sertifikat halal. Ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014, bahwa sertifikasi halal itu bukan hanya untuk perlindungan bagi masyarakat konsumen saja, melainkan juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi pengusaha dalam memproduksi dan memperdagangkan produknya," ungkap Babe Haikal.

Baca Juga: Staf Medis RS Indonesia Gaza Pilih Bertahan Walau Diminta Israel Untuk Evakuasi

"Bahkan data menunjukkan bahwa Indonesia mencatatkan ekspor produk halal senilai USD 41,42 miliar, atau setara Rp673,90 triliun, untuk periode Januari hingga Oktober 2024. Di periode yang sama, surplus neraca
perdagangan produk halal Indonesia mencapai USD 29,09 miliar." sambungnya.

Penguatan ekosistem industri halal, lanjut Babe Haikal, juga dipastikan akan memperkuat peran Indonesia dalam perekonomian halal global.

Sehigga, meningkatnya permintaan terhadap produk barang dan layanan halal serta posisi strategis Indonesia di pasar global telah memberikan potensi pertumbuhan yang pesat dan ruang pengembangan yang luas bagi perekonomian halal Indonesia.

Saat meresmikan Asy-Syafi'iyah Halal Center, Babe Haikal juga memberikan apresiasi kepada Universitas Islam Asy-Syafi'iyah sebagai bentuk partisipasi nyata dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia.

Dalam acara tersebut, BPJPH dan Universitas Islam Asy-Syafi'iyah juga melakukan penandatanganan kerja sama strategis dalam pengembangan edukasi, literasi, publikasi, sosialisasi, dan pengabdian masyarakat di bidang jaminan produk halal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go.id, BPJPH Kementerian Agama RI

Tags

Rekomendasi

Terkini

X