KLIK SAJA - Pendiri Xiaomi yang juga miliarder Lei Jun baru saja meluncurkan YU7, SUV baru yang rencananya akan diluncurkan perusahaan tersebut pada musim panas tahun depan.
SUV listrik tersebut sengaja akan diposisikan untuk menyaingi Tesla dan produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, seiring dengan semakin ketatnya persaingan di pasar kendaraan listrik Tiongkok.
Mobil tersebut sangat mirip dengan SUV Model Y milik Tesla, sepenuhnya bertenaga listrik dan dilengkapi dengan baterai nikel-kobalt-mangan.
Baca Juga: Impian Taksi Terbang Eropa Terkendala Minimnya Dana Investasi
Xiaomi tengah gencar meluncurkan kendaraan listrik, setelah meluncurkan sedan listrik SU7, bersama dengan versi 'Ultra' yang diumumkan awal Oktober tahun ini.
Diperkirakan pada tahun 2025, adalah masa permulaan kendaraan listrik roda empat mulai diminati oleh pasar seutuhnya.
Maka dari itu, Xiaomi pun mencoba bersaing dengan SUV listriknya yang akan diluncurkan pada tahun depan.
Perusahaan ini memiliki rencana strategi kendaraan listrik senilai $10 miliar, yang dipimpin oleh Jun sendiri, karena ingin menguasai pasar kendaraan listrik Tiongkok yang menguntungkan dan sangat bernilai, yang saat ini menjadikan Tesla dan BYD sebagai pemain utama.
Peminat kendaraan listrik meningkat tajam pada tahun ini, bukan tidak mungkin pada tahun 2025 angka ini akan bertambah banyak lagi, begitu pula pasar dunia.
Selepas pengumuman tersebut, saham Xiaomi naik lebih dari 3,9 persen di Hong Kong, meskipun kemudian memangkas semua keuntungannya.
Baca Juga: Keren! UNS Surakarta dan Universitas Canberra Mau Buat Bus Listrik Pakai Pembangkit Tenaga Sampah
Dengan sedan SU7, Xiaomi menargetkan untuk mengirimkan 130.000 unit tahun ini, naik dari targetnya sendiri sebesar 120.000 unit.
Namun, sebagian besar peluncuran Xiaomi sejauh ini seperti halnya banyak merek elektronik masih berbasis di Tiongkok.
SU7 mirip dengan Model 3 sementara YU7 yang baru saja diperkenalkan mirip dengan Model Y.