Keunggulan baterai lithium-ion tidak berhenti di situ.
Bobotnya yang ringan membuat mobil listrik dapat menempuh jarak lebih jauh dalam sekali pengisian, serta membantu meningkatkan efisiensi energi kendaraan secara keseluruhan.
Selain itu, baterai Li-ion memiliki tingkat self-discharge yang rendah.
Artinya, baterai ini dapat mempertahankan daya lebih lama ketika tidak digunakan, sehingga lebih praktis dan efisien bagi pemilik kendaraan.
Baca Juga: Mobil Buatan China Mulai Laku Keras di Inggris
Keamanan juga menjadi salah satu kelebihan baterai lithium-ion karena tidak mengandung zat berbahaya bagi manusia.
Sebagian besar baterai Li-ion dapat didaur ulang, sehingga mendukung konsep ramah lingkungan yang menjadi salah satu tujuan utama kendaraan listrik.
Cara Antisipasi Suhu Ekstrem
Meski memiliki banyak keunggulan, baterai lithium-ion tetap memiliki keterbatasan, terutama terhadap suhu ekstrem.
Paparan panas atau dingin berlebihan dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai dan memperpendek umurnya.
Baca Juga: Siap Meraung! Formula E 2025 Akan Dihelat di Jakarta Pada Juni
Oleh karena itu, memahami cara merawat baterai, mulai dari pola pengisian yang tepat hingga menghindari kondisi suhu ekstrem, menjadi kunci dalam memperpanjang usia pakai baterai mobil listrik.
Mayoritas mobil listrik, seperti Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), menggunakan baterai lithium-ion sebagai sumber tenaga utama.
Dengan pemahaman yang tepat tentang siklus hidup dan cara merawat baterai, pemilik mobil listrik dapat menikmati kendaraan yang lebih efisien, hemat biaya perawatan, dan tentunya lebih ramah lingkungan untuk jangka panjang.***
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Astra Group Naik 6 Persen
Varian dan Warna Baru dari Yamaha Fazzio Hybrid, Series ini Cocok untuk Gen Z! Warnanya Cakep-Cakep!
2 Penyebab Spedometer Mobil Mati Dan Bagaimana Cara Memperbaikinya, Jangan Disepelekan!
Keren! Xiaomi Luncurkan Mobil SUV YU7 Tenaga Listrik, Siap Saingi Tesla dan BYD
Volkswagen Bakal Tutup Pabriknya di Jerman dan PHK 35.000 Pekerja pada 2030