Sebagian besar negara anggota Uni Eropa mendukung pengenaan tarif tinggi hingga 45% terhadap impor EV dari Tiongkok, sementara Kanada bahkan mengumumkan tarif 100%.
Uni Eropa dan Tiongkok kini sedang bernegosiasi untuk mengganti tarif tersebut dengan sistem harga minimum.
Beberapa produsen Tiongkok juga tengah membangun pabrik di kawasan Uni Eropa yang memungkinkan mereka mengekspor ke seluruh Eropa — termasuk Inggris — tanpa dikenakan tarif.
Ekspansi China ini bisa dianggap suatu terobosan yang menantang, karena seiring perang tarif yang belum reda.
SMMT menyebutkan bahwa satu dari empat pembeli mobil baru di Inggris kini memilih kendaraan listrik.
Namun, CEO SMMT Mike Hawes mengatakan bahwa transisi ke kendaraan listrik ini masih sangat bergantung pada potongan harga besar-besaran dari produsen, yang ia sebut “tidak berkelanjutan.”
“Seperti yang kita lihat di negara lain, insentif dari pemerintah dapat mempercepat transisi pasar secara signifikan,” ujar Hawes.***